Korupsi

Minggu, 13-10-2013 11:17

Korupsi, Lurah Ceger Hasil Lelang Jabatan Ditangkap Kejari


Jimmy Juansyah

Fanda Fadly Lubis

Fanda Fadly Lubis

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Setelah melakukan penyidikan selama hampir sebulan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur akhirnya menahan Fanda Fadly Lubis yang menjabat sebagai Lurah Ceger dan Zaitul Akmam yang menjabat sebagai Bendahara Kelurahan Ceger. Kedua tersangka ditahan sejak Jumat (11/10), karena kasus kegiatan pengadaan belanja barang dan jasa Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, tahun anggaran 2012 yang diduga fiktif.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jhonny Manurung mengatakan, penahanan Fanda Fadly Lubis dan bendaharanya terkait LPJ fiktif yang mereka buat terkait, proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2012.

"Keduanya sudah kita tahan sejak Jumat (12/10), pukul 14.00. Setelah kita periksa, mereka langsung kita tahan," katanya, Sabtu (12/10/2013).

Jhony menjelaskan, pada tahun anggaran anggaran 2012, Kelurahan Ceger mendapatkan anggaran belanja barang dan jasa yang bersumber dari APBD Provinsi DKI Jakarta sesuai DPA Kelurahan Ceger. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari uang yang diterima, bendahara dan Lurah Ceger mengajukan LPJ untuk kegiatan tersebut.

"Ternyata kegiatan-kegiatan yang ada dalam LPJ adalah fiktif atau tidak sesuai dengan kenyataan. Akibat perbuatannya, mereka telah merugikan keuangan negara kurang lebih Rp 450 juta," tegasnya.

Kini keduanya telah ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sambil menunggu kelengkapan berkas-berkasnya untuk diajukan ke pengadilan.

Sementara itu, Kepala Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta Timur, Sulistyawati, mengaku telah mendengar kasus penahanan lurah dan Bendahara Kelurahan Ceger tersebut. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari pihak yang melakukan penahanan.

"Saya sudah mendengar tadi pagi. Tapi, kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak yang menangkap, entah itu dari pihak kejari ataupun kepolisian," ucapnya.

Namun demikian, walau belum menerima surat keterangan, ia akan berinisiatif meminta keterangan dari keluarga keduanya, serta para staf kelurahan. Rencananya, ia akan meminta keterangan itu pada Rabu (16/10) mendatang.

"Kami akan meminta keterangannya pada Rabu (16/10) nanti, karena pada Senin (14/10) cuti bersama untuk perayaan Hari Raya Idul Adha, pada Selasa (15/10) nanti, kami akan proses," katanya.

Setelah mendapatkan surat keterangan penahanan tersebut, pihak BKD Jakarta Timur, akan melanjutkan pelaporan ke pihak BKD provinsi untuk menindaklanjuti. "Nanti kami juga akan berikan surat pemberhentian sementara kepada kedua pejabat tersebut. Jika memang nanti terbukti mereka melakukan tindakan korupsi, langsung diberikan surat pemecatan, karena ini melanggar hukum," tandasnya.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com