Pariwisata

Jumat, 06-09-2013 15:06

Doyan Berburu Utang, Pertamina Sengsarakan Rakyat



Salamuddin Daeng

Salamuddin Daeng

TERKAIT
Doyan Berburu Utang, Pertamina Sengsarakan Rakyat
Oleh: Salamuddin Daeng (IGJ)

Gila-gilaan berburu keuntungan (profit), membuat Pertamina menjadi perusahaan negara yang berkelakuan seperti perusahaan swasta. BUMN  yang ditugaskan untuk membangun ketahanan energi nasional ini, malah sibuk memburu keuntungan lewat pasar keuangan, memburu utang sebagai sumber pendapatan perusahaan.

Pada tahun 2010 utang Pertamina telah mencapai 208 triliun, dengan debt equity ratio 66 %. Meskipun posisi utang sudah mengkuatirkan namun Pertamina terus menambah utang. Tahun 2011 Pertamina kembali  meningkatkan utangnya 1,5 Miliar USD atau Rp 15 triliun, selanjutnya Tahun 2012 berhutang global bond lagi sebesar 2,5 miliar USD atau Rp. 25 triliun lebih, Tahun 2013 Pertamina berhutang lagi sebesar 6,77 miliar USD atau Rp. 67 triliun dari lembaga keuangan global.

PT Pertamina lebih sibuk memburu profit dari pasar keuangan ketimbang melakukan produksi minyak. Akibatnya produksi minyak pertamina merosot. Padahal perusahaan ini melahap cost recovery yang dibayarkan oleh negara relatif besar dan telah disubsidi lebih dari Rp. 190 triliun dengan menggunakan pajak rakyat.

Sunggguh tak masuk diakal, perusahaan yang dibiayai dengan pajak rakyat melalui subsidi, namun sibuk mencari keuantungan. Sementara keuantungan yang diperoleh habis dibagikan kepada pemegang saham yakni kepada lembaga keuangan internasional dan swasta lainnya.

"Keuntungan Pertamina tidak pernah dibagikan kepada rakyat. Pertamina telah memperkaya para mafia migas, direksi, elite istana negara & politisi Parpol".

Melencengnya pertamina dari amanat konstitusi UUD 1945 ini adalah hasil dari liberalisasi migas, UU tentang Migas dan pembentukan SKK migas oleh rezim SBY. Liberalisasi telah melahirkan korupsi ugal-ugalan dalam seluruh level pengelolaan migas, mulai dari ESDM, SKK migas, Pertamina, yang bekerjasama dengan kartel internasional dan sindikat bisnis.

Segera nsionalisasi jiwa Pertamina sesuai UUD 1945 asli!



Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com