Kriminal

Senin, 02-09-2013 17:07

Penghuni Graha Cempaka Mas, Gugat Pengelola


Jimmy Juansyah

ist

ist

TERKAIT

JAKARTA, PESATNEWS – Pemilik dan penghuni Graha Cempaka Mas melaporkan  PT Duta Pertiwi & PPRS GCM ke Bareskrim Mabes Polri, atas tindak pidana kejahatan penipuan, penggelapan, pemalsuan, PPN tanpa faktur sejak 1996.

Upaya hokum yang dilakukan Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dan Palmer Situmorang sebagai perwakilan pemilik dan penghuni Graha Cempaka Mas ternyata membuat Ahmad Husein Alaydrus, anggota DPRD DKI Jakarta menduding Saurip Kadi sebagai makelar kasus.

"Apalagi dia bukan warga Apartemen Cempaka Mas. Tidak boleh ada keterlibatan pihak ketiga. Dia itu makelar calo. Seharusnya Warga GCM berurusan langsung dengan pengelola rusun yakni PT   Duta Pertiwi (PT DP) Tbk. Bukan melalui pihak ketiga,” tegas pria yang akrab dipanggil Habib Alaydrus.

Politisi dari Partai Demokrat itu juga mengingatkan warga agar berhati-hati.  “Itu jelas melanggar hukum. Ajakan provokatif dari pihak luar yang diduga hanya untuk mengeruk keuntungan belaka. Warga hendaknya berpikir jernih untuk tidak mengikuti ajakan provokatif Saurip Kadi," tegasnya.

Dituding sebagai makelar  kasus, Saurip Kadi yang ditemui di rumahnya di Apartemen Cempaka Mas, Tower A2 hanya tertawa lebar. "Yo ben wae Dik. Sudah kebal. Iki kan jaman edan. Jok melok edan," jawabnya enteng.

Saurip tidak habis pikir masih ada anggota DPRD  bicara tapi tidak tahu persoalan, tidak baca Undang-undang dan tanpa data, tidak membela rakyat yang didzalimi, malah jadi corong mafia. “Tidak ada usaha menggali informasi yang akurat dengan menghubungi warga, benar benar omdo,” tandasnya.

Gagal Kibuli Ahok

Menurut Saurip, Duta Pertiwi telah melanggar kesepakatan tripartit yang dibuat oleh Kepala Dinas Perumahan DKI, dengan tetap ngotot mengadakan RUTA secara sepihak, melalui aturan main yang dibuat untuk mengamankan kepentingan Duta Pertiwi. Bahkan mereka  dan mengerahkan orang-orang bayaran yang diberi surat kuasa.

Pihak Duta Pertiwi merasa bisa mengelabui Wakil Gubernur Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok) seperti isi pidato di YouTube yang isinya seolah mendukung mereka.  Saurip kemudian segera menghubungi pihak Ahok sehingga rencana Duta Pertiwi cepat diketahui.

Maka RUTA 30 Agustus 2013 malam itu batal digelar. Saat ketua PPRS, Agus Iskandar, membuka acara sudah langsung diserbu pertanyaan dari warga dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan warga yang paling sederhana sekalipun sehingga oknum Duta Pertiwi Satriotomo (Tomi) mengajaknya keluar ruangan, menghindari Agus Iskandar berbalik membela warga, yang akan menjerumuskan Duta Pertiwi ke penjara. [ ]



Editor : Fuad R

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com