Berita Nasional

Senin, 02-09-2013 09:27

Ada Misi 'Freedom Flotilla' Untuk Papua Merdeka


Abdi Tri Laksono

freedom flotilla west papua

freedom flotilla west papua

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Beberapa organisasi aktivis Hak Azasi manusia di Australia yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) meluncurkan misi 'Freedom Flotilla' untuk kemerdekaan Papua. Mirip dengan misi "Flotilla' untuk Palestina, misi ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan kepada dunia internasional tentang kemerderkaan Papua Barat dan pelangaran HAM yang dituduhkan kepada pemerintah Indonesia.

15 aktivis dari Australia dan Papua simpatisan OPM telah berangkat dari Queensland, Australia pada Sabtu lalu dengan tujuan Papua Nugini dan merauke, Papua yang diperkirakan tiba pada awal Bulan ini dengan menggunakan 3 buah kapal kecil.

Mereka membawa atribut OPM dan bendera bintang kejora sebagai kampanye kebebasan Papua dan simbol kemerdekaan Papua.

Sementara itu, Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) mengeluarkan pernyataan resmi ini, berkenaan dengan adat dan aktivis Australia yang bepergian pada tiga kapal sebagai bagian dari Freedom Flotilla ke Papua Barat melalui Papua Nugini ( PNG ) .

Dari penjara di Abepura, Ketua Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) Victor Yeimo mengatakan , KNPB dan rakyat Papua mendukung upaya yang dilakukan oleh aktivis Australia dalam menarik perhatian dunia atas apa yang terjadi di Papua Barat .

"KNPB mendukung apa yang aktivis Australia lakukan untuk menarik perhatian dunia kepada masalah di Papua , " kata Yeimo seperti dikutip dari The Guardian, Senin (2/9/2013).

Dia juga mengatakan, apa pun yang dilakukan untuk kepentingan rakyat Papua memiliki dukungan penuh dari organisasi makar tersebut.

"Perjalanan ini juga merupakan bentuk simpati dari Penduduk Asli Australia dan aktivis Hak Asasi Manusia dan lingkungan mengenai masalah yang terjadi adalah Papua Barat, " katanya.


Sementara itu, pemerintah Indonesia berekasi keras atas misi Flotilla tersebut.

Menteri Koordinator Keamanan , Politik dan Hukum Djoko Suyanto juga telah memperingatkan para aktivis untuk tidak memasuki perairan Papua . Djoko Suyanto telah menginstruksikan Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Udara untuk mengantisipasi dan menonton untuk kapal dengan Australia dan aktivis Papua Barat onboard.

"Mereka tidak memiliki visa untuk memasuki wilayah Indonesia. Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Udara siap untuk mencegat mereka, " Kata Djoko.

Sementara itu, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'neill menolak masuknya armada Kebebasan perahu ke perairan negara tersebut.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Megapolitan
BERITA Berita Daerah
BERITA Berita Nasional
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com