Berita Nasional

Kamis, 29-08-2013 16:16

Pemerintah Malaysia Terlibat Perdagangan Manusia!


Dian Purnama

Moh Jumhur Hidayat

Moh Jumhur Hidayat

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyesalkan adanya tuntutan hukuman mati terhadap Walfrida Soik, warga NTT di Malaysia.

Jumhur menegaskan, kasus hukuman mati bagi Walfrida Soik karena dituduh membunuh pemberi kerja (employer)  jangan hanya dilihat dari soal teknis hukum material saja. “Hal ini harus ditarik lebih jauh karena Walfrida adalah korban perdagangan manusia (human trafficking),” tandas Jumhur di Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Ia mengungkapkan, sudah jelas bahwa penempatan PLRT (Penatalaksana Rumah Tangga) yang dilakukan perseorangan tanpa melalui PPTKIS yang dikontrol pemerintah adalah bentuk perdagangan manusia, namun Pemerintah Malaysia masih saja menerima dan memberi visa kerja kepada para korban perdagangan manusia ini.

“Bahkan jumlah pemberian visa ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari 100 ribu orang dan artinya Pemerintah Malaysia bisa dikatakan turut serta dalam tindakan kriminal perdagangan manusia ini,” jelas Kepala BNP2TKI.

Karena itu, menurutnya,  apabila Walfrida diancam hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi Malaysia, sungguh merupakan tindakan yang tidak masuk akal, karena mengancam korban yang hidup dalam penderitaan dan tereksploitasi yang sangat mungkin sewaktu-waktu berbuat kalap.

Terkait dengan hal ini, Jumhur meminta Walfrida harus dibebaskan dari ancaman hukuman mati kemudian Pemerintah Malaysia harus menghentikan pengeluaran visa untuk jenis itu dan sekaligus meminta maaf kepada Rakyat Indonesia yang telah banyak menjadi korban dari perdagangan manusia ini.

Ia pun menyerukan kepada semua pihak yang terkait seperti LSM, serikat-serikat buruh, ormasi-ormas dan khususnya Kementerian Luar Negeri dan KBRI agar terus berjuang memastikan dengan segala upaya untuk membebaskan Walfrida dari ancaman hukuman mati.

“Saat ini memang bangsa kita sedang dalam keadaan butuh pekerjaan, namun bukan berarti bangsa ini dengan mudah bisa dilecehkan. Ingat, kita merdeka bukan karena hadiah, tapi karena perjuangan yang patriotik!” seru Jumhur yang juga aktivis gerakan buruh. [*]
 



Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Megapolitan
BERITA Berita Daerah
BERITA Berita Nasional
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com