Top News

Senin, 05-08-2013 17:17

Dampak Mudik, Transaksi di Daerah Meningkat


Angga Susanto

Dewi Aryani

Dewi Aryani

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani menilai dampak arus mudik beberapa minggu kedepan mendongkrak perekonimian didaerah. Namun tantangan yang dihadapi masyarakat pasca lebaran akan jauh lebih berat akibat kenaikan harga bahan pokok serta akan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan dihadapi.

"Seminggu ke depan perekonomian di desa akan semarak. Berbagai aktivitas mudik di lakukan dengan penuh bahagia,riang gembira,tangis haru dan lain-lain," kata Dewi kepada pesatnews.com di Jakarta, Senin (5/8/2013).

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan ini menyampaikan pasca lebaran masyarakat yang bekerja di kota akan kembali pada rutinitas kerja sehingga perekonomian didaerah akan kembali lesu. Hal ini menurutnya akibat dari tidak mendapatkannya perhatian serius dari pemerintah akan peningkatan perekonomian didaerah atau desa.

Namun Dewi merasa prihatin tantangan yang akan dihadapi oleh para pemudik setelah lebaran akan semakin berat dimana harga bahan pokok yang kian meroket.

"Setidaknya puluhan ribu dari mereka mungkin akan menghadapi ancaman PHK sekaligus beban kenaikan berbagai harga yang kian menggerus beban para pekerja," terangnya.

Dewi menganjurkan kepada masyarakat agar membangun budaya menabung sehingga sebagian pendapatan dan sisa atau lebihan lebaran diharapkan dapat disimpan. "Menabung tetap harus menjadi budaya. Sekecil apapun, pendapatan menjelang lebaran sebaiknya di simpan sebagian, budayakan kembali menabung, hidup hemat dan terus pacu produktivitas kinerja," katanya.

Lebih lanjut Dewi beranggapan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini tidak dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan yang menghimpit masyarakat ini. Terlebih masyarakat terlihat dibiarkan untuk dapat menyelesaikan permasalahanya.

"Pemerintah belum bisa diandalkan menjadi sandaran solusi. Rakyat masih harus mencari selamat sendiri-sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menjelaskan kebutuhan dana terpusat di Jakarta yang diperkirakan Rp. 31 triliun. Adapun wilayah Indonesia Barat, yang terdiri dari Jawa (kecuali Jakarta) dan Sumatera kebutuhan tunai Rp. 50 triliun. Sisanya Rp. 20 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai Indonesia Timur.

Aliran dana juga datang dari transaksi pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Berdasarkan temuan Kementrian Ketenagakerjaan mengemukakan sekitar 26 juta atau sekitar 6,5 juta keluarga yang memiliki keluarga sebagai TKI akan melakukan transaksi sedikitnya Rp. 15 triliun.

Aliran uang Rp. 50 triliun itu berasal dari Rp. 34,5 triliun uang tunai BI yang diserap masyarakat dan Rp. 15 triliun transaksi pengiriman uang TKI. Sampai dengan pekan lalu sekitar 33,5 persen dari Rp. 103 triliun dana tunai yang disiapkan BI sudah terserap dalam lebaran tahun ini. [*]




Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com