Kotak Suara

Sabtu, 03-08-2013 18:49

Bima Arya Ditolak BM PAN dan Tokoh NU


Angga Susanto

Bima Arya

Bima Arya

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Calon Walikota Bogor, Bima Arya yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) mendapat penolakan oleh Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kota Bogor dalam Pilkada Kota Bogor. Pasalnya BM PAN Kota Bogor dengan tegas tidak akan mendukung Bima Arya lantaran tidak sesuai mekanisme, karena tidak melaui proses lapisan bawah.

Diketahui Bima telah mendapatkan restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN serta Ketua BM PAN Kota Bogor, Gumilar Nugraha menyatakan pada mulanya mendukung pencalonan Walikota Bogor karena mengakui kapabilitas dan intelektual Bima Arya.  

"Namun setelah melihat sepak terjangnya selama ini yang lebih mengedepankan Paguyuban Bogornya ketimbang Partai, menjadikan penyebab kepercayaan BM PAN terhadap Bima arya semakin terus berkurang," kata Gumilar Kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/8/2013).

Bahkan secara terang-terangan Gumilar mengatakan bahwa BM PAN akan medukung ketua MCB, Bagus Karyanegara (BK) untuk maju sebagai calon walikota Bogor.

Penolakan atas pencalonan Aria Bima oleh BM PAN Bogor ini atas dasar merasa ada yang tidak beres dengan politisi muda partai besutan Amien Rais ini.

Hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang menunjukan 23,8 persen publik lebih percaya kepada politisi senior, dan 15 persen responden menyatakan bahwa tidak percaya terhadap politisi muda. Hal ini yang mendasari keputusan BM PAN Bogor melakukan aksi penolakan.

Survei yang digelar LSI Network bekerja sama dengan Yayasan Denny JA, menggunakan metode multistage random sampling dan instrumen quick poll LSI, responden yang diambil dari 30 provinsi di Indonedia dengan margin of error 2,8 persen.

Sementara itu Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bogor yang sebentar lagi akan di gelar tidak luput dari perhatian warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) yang tinggal di Kota Hujan. Secara organisatoris NU beserta seluruh lembaga dan badan otonom di bawahnya diharuskan netral dalam setiap gelaran politik, tidak terkecuali dengan pemilihan kepala dearah (Pilkada).

Hal ini lantaran NU terikat Khittah 1926, yang mengharuskan NU tidak ikut terlibat dalam kegiatan politik praktis. Namun secara perorangan, warga Nahdliyin diperbolehkan untuk melakukan artikulasi politik dan menyalurkan aspirasinya.

Lantas ke mana suara Nahdliyin akan diarahkan? Berdasarkan pengamatan, warga Nahdliyin, para alim ulama dan kalangan pesantren di Kota Bogor mayoritas akan menjatuhkan pilihannya pada Dody Rosadi atau DR. Ir. H. Ifan Haryanto yang akrab disapa Kang Ifan.

Saat ini jajaran ahlusunnah waljama’ah yang dianut warga NU tengah menghadapi ancaman serius, dengan menjamurnya ajaran yang dibawa pengikut wahabi dengan berbagai anasirnya.

Karena itu sebagai kader NU, akan mengajak rekan-rekan NU agar mendukung majunya calon calon walikota Bogor yang memiliki aliran searah yakni Nahdlatul Ulama (Nahdliyin). Warga NU yang jumlahnya cukup banyak dapat tersentuh pembangunan.

Begitu juga dengan pesantren-pesantren dan guru ngaji, perlu mendapatkan perhatian khusus, agar dapat kesejahteraan dan peran dalam mengisi ruang-ruang dalam pembangunan daerah juga meningkat. Dan yang dapat mewujudkan cita cita tersebut hanya kader kader Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) sejati bukan karbitan. [*]




Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com