Berita Terkini

Minggu, 07-07-2013 17:45

Diduga, Ada 4 Calon Kapolri 'Gontok-gontokan'



ilustrasi

ilustrasi

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - Setelah kepemimpinan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, yang dianggap tak ada bedanya dengan Presiden SBY, kepemimpinannya dinilai sangat lemah. “Dinilai tak punya prestasi, tak punya kemampuan memimpin, tak punya visi, bahkan membiarkan rakyat saling bunuh, rakyat bunuh polisi, polisi bantai rakyat dan mahasiswa,” demikian pesan BlackBerry Masenger (BBM) dari kalangan aktivis yang dikirimkan ke pesatnews.com, Minggu (7/7/2013).

Maka, lanjut kiriman BBM tersebut, menurut terowongan Doekoen Semeru, ada empat perwira yang sedang gontok-gontokan dan menjadi nominator kuat calon Kapolri, dengan dugaan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Calon Kapolri yg terlibat mem-back up pabrik Narkoba (sumber: BNN).

2. Calon Kapolri yg terlibat menjadi bagian dari sindikat Narkoba (sumber: Bareskrim Mabes Polri).

3. Calon Kapolri yg terlibat rekening gendut (sumber: Majalah Tempo).

4. Calon Kapolri yg menjadi antek dan boneka Keluarga Cikeas yg ditugaskan untuk mengamankan korupsi dan memimpin kecurangan Pemilu 2014 untuk kemenangan Partai Demokrat (sumber: politisi Senayan).

“Silakan cari tahu sendiri siapa-siapa saja keempat orang dengan ciri-ciri tersebut,” lanjut bunyi pesan BBM tersebut.

Namun demikian, tegasnya, menurut terawangan Doekoen dari Gunung Semeru, sosok yang bersih, idealis, cocok dan tepat untuk jadi Kapolri adalah perwira polisi yang bernama "Patung Pak Polisi".

"Patung pak Polisi adalah satu-satunya perwira Polri yang tidak terlibat sindikat narkoba, tak terlibat sindikat mafia hukum, tak menjadi peliharaan mafia ekonomi dan sumber daya alam, tak terlibat mafia penyelundupan, tak terlibat mafia penjualan manusia, tak terlibat rekening gendut, tak jadi antek keluarga Cikeas dan Partai Demokrat,” sambungnya.

“Selamat Kepada Patung Pak Polisi, Calon Kapolri Idola Kita Semua, Sosok Panutan Yang Dapat Menyelamatkan Institusi Polri dan Menyelamatkan Penegakkan Hukum Yang Adil Tanpa Diskriminasi,” tegas BBM dari aktivis tersebut.

Sumber tersebut melihat pertarungan calon Kapolri pasca Timur Pradopo telah dimulai. Yakni, ia menduga, pertarungan babak pertama adalah Kabareskrim Polri vs Kepala BNN.  “Reskrim Mabes Polri menuduh pejabat BNN terlibat sindikat narkoba. Sebaliknya, BNN juga menuduh Reskrim Mabes Polri mem-back up pabrik narkoba,” duganya pula.

Polri Janji Kembalikan Dokumen BNN yang Dicuri Kompol AD
Dua folder dokumen milik Badan Narkotika Nasional (BNN) diduga dicuri oleh seorang perwira yang bertugas di Bareskrim, Kompol AD. Polri berjanji akan mengembalikan dokumen itu ke BNN.

"Akan kita kembalikan, kemungkinan yang dia cari dokumen pribadi dia. Karena dia pernah bertugas di sana," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F Sompie, saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Sabtu (7/7/2013) malam, seperti dilansir detik.com.

Menurut Ronny, aksi AD yang memaksa masuk ke lantai enam dimana Deputi Pemberantasan Irjen Pol Benny Mamoto bukan atas perintah atasan di Bareskrim. "Tidak ada perintah atasan, itu aksi pribadi dia. Tidak ada kaitan apa-apa dengan penyidikan," kilah Kadiv Humas Polri.

Bareskrim sendiri sudah mengambil langkah terkait permasalahan ini dengan mencari keberadaan AD. Namun, belum diketahui dimana posisi perwira yang baru berdinas tiga bulan di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipid Eksus) itu.

Langkah lainnya adalah Bareskrim akan mengkonfirmasi rekam jejak AD selama berdinas di kepolisian. "Kita klarifikasi ke beberapa pimpinan yang bersangkutan sebelum berdinas di Bareskrim," terang Ronny. AD sendiri pernah ditugaskan di Densus 88/Antiteror dan BNN. [*]





Editor : Yudi Wahyudi

  

KOMENTAR

  • moroo

    berita opo ini, pakai dukun segala. menurut saya yang berpeluang adalah 1.komjen sutarman 2.komjen anang iskandar 3.komjenpol budi gunawan 4.irjenpol putut eko bayu seno


KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com