Berita Terkini

Kamis, 04-07-2013 19:51

Selamatkan 5000 TKI di Mesir dari Krisis Kudeta!


Dian Purnama

Moh Jumhur Hidayat

Moh Jumhur Hidayat

TERKAIT
YOGYAKARTA, PESATNEWS - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, pemerintah Indonesia mengantisipasi penyelamatan terhadap TKI yang bekerja di Mesir yang kini sedang dilanda krisis politik yang berujung kudeta militer terhadap Presiden Morsi.

"Pemerintah sudah memiliki prosedur standar operasional (SOP) untuk menyelamatkan warga negaranya di luar negeri," tegas Jumhur usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan dan Pelantikan Dewan Mahasiswa-Senat Mahasiswa (DEMA-SEMA) Universitas Islam Negeri Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (4/7/2013).

Menurut Jumhur, meski Mesir bukan merupakan negara penempatan bagi TKI, ternyata menurut data imigrasi pemerintah Mesir ada sekitar 5 ribu orang yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Karena bukan negara penempatan, bisa dipastikan ketika berangkat mereka tidak melalui jalur resmi. "Mereka berangkat melalui visa kunjungan dan akhirnya kerja di sana," ungkap Kepala BNP2TKI.

Ia pun menilai, sejak krisis politik terjadi akibat tumbangnya rezim Husni Mubarak hingga krisis politik saat ini, belum ada kasus yang mencederai TKI. Meski demikian, Jumhur mengimbau bagi TKI yang memerlukan upaya penyelamatan untuk ke Kedutaan Besar RI terdekat apakah di Mesir, Lebanon, atau perwakilan terdekat di daerah perbatasan lain.

Jumhur menegaskan, pemerintah tidak memandang status apakah yang akan diselamatkan itu TKI legal atau nonprosedural. "Setiap warga negara Indonesia di luar negeri secara konstitusional wajib diselamatkan negara," tuturnya.

Dicontohkan, sebelumnya pemerintah sudah menyelamatkan sekitar 2.800 TKI yang bekerja di Suriah menyusul terjadinya konflik bersenjata di Mesir. "Seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh negara," jelas Jumhur. [*]





Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com