Senin, 10-06-2013 19:14

Kasus TKI, Prabowo Kirim Anggota DPR dan Pengacara ke Saudi


Abdi Tri Laksono

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memerintahkan jajaran DPP Partai Gerindra  untuk  mengirim segera para anggota DPR RI dari Gerindra dan beberapa Pengacara, Selasa (11/6/2013), untuk berangkat ke Jeddah guna mengawasi dan membantu para TKI terkait kebijakan pemutihan atau amnesti yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi bagi warga negara Indonesia  yang 'overstayer' atau kabur dari majikannya.
 
“Hal ini dilakukan oleh Partai Gerindra agar mendapatkan informasi langsung dan fakta yang terjadi di Arab Saudi terhadap pelayanan dan perlindungan yang diberikan kepada TKI oleh pemerintah Indonesia. Yang selanjutnya akan dibahas di DPR agar insiden seperti itu tidak terjadi lagi dan TKI diluar negeri benar benar terlindungi,“ papar Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Ketenagakerjaan dan Tenaga Terampil, FX Arief Poyuono dalam rilisnya kepada pesatnews.com, Senin (10/6/2013).

Ditegaskan, Partai Geridra memandang Tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri merupakan salah satu pahlawan penyumbang devisa yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang baik oleh pemerintah tetapi selama pemerintahan SBY tidak ada yang jelas dalam melakukan perlindungan serta penempatan bagi TKI yang bekerja di luar negeri.

‘‘Tentu kita kita masih ingat dengan TKI yang bernama Sumiati yang disiksa oleh majikanya di Arab Saudi hingga cacat, saat itu SBY mengeluarkan statement bahwa TKI akan dibekali Handphone Gratis agar dapat menjadi alat komunikasi jika keselamatannya terancam. Tapi nyatanya tidak pernah direalisasikan artinya pemerintah atau SBY sudah berbohong pada TKI yang bekerja diluar negeri yang menjadi pahlawan Devisa,“ tegas Arief Poyuono.

Selain sering terjadi penyiksaan dan pemerkosaan yang dilami oleh TKI yang bekerja di luar negeri, lanjutnya, terjadi pula  overstayer yang dialami warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi yang masuk sebagai pekerja legal dan Ilegal bukanlah masalah baru bagi kegagalan pemerintah SBY dalam memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi maupun di negara lainnya.

“Overstayer TKI di Arab Saudi  terjadi karena sistim pratek mafia yang merajalela pada pengiriman TKI keluar negeri di departemen Tenaga kerja dan imigrasi Indonesia dan pratek pemerasan di Imigrasi kepada TKI yang ada di arab Saudi,“ tandas Arief.
 
Menurutnya, terjadinya insiden kerusuhan di Konjen RI di Jeddah terkait kebijakan pemutihan atau amnesti bagi warga Negara Indonesia atau TKI  yang 'overstayer' atau kabur dari majikannya. di Arab Saudi merupakan bukti bahwa SBY adalah pemimpin pemerintahan yang gagal dalam memberikan perlindungan bagi Pahlawan Devisa.
 
Menyikapi insiden kerusuhan di Konjen RI di Jeddah, tegas dia, Partai Gerindra sangat prihatin akan perhatian pemerintah SBY yang kurang tanggap atas perlindungan dan pelayanan yang diberikan kepada TKI yang bekerja di luar negeri. “Harusnya pemerintah justru menyambut baik pemutihan atau amnesty bagi TKI yang Overstay yang diberikan pemerintah Arab Saudi ,ini membuktikan bahwa pemerintah SBY benar benar sudah tidak peduli dengan warga negara Indonesia yang sudah menjadi pahlawan devisa,“  tutur Ketua DPP Partai Gerindra.

Ia menyatakan, Partai Gerindra mendesak kepada pemerintah SBY melalui duta besar Indonesia untuk Arab Saudi agar mendesak imigrasi Arab  Saudi untuk lebih mempermudah bagi TKI yang akan mengurus kepulangannya ke Indonesia dengan memperpanjang masa pemberian Amnesti. [*]



Editor : Yudi Wahyudi

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com