Korupsi

Selasa, 30-04-2013 13:05

Djoko Susilo: KPK Cuma Cari Popularitas


Subchan Chusaen Albari

Djoko Susilo

Djoko Susilo

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Terdakwa kasus simulator SIM Irjen Pol Djoko Susilo, hari ini Selasa (30/4/2013) tengah menjalani sidang eksepsi yakni pembacaan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam eksepsinya, Djoko banyak menyudutkan KPK yang dituding berlebihan dengan hanya mencari popularitas oleh media.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Djoko Hotma Sitompul menurutnya KPK sebagai penegak hukum sangat berlebihan dengan membesar-besarkan kasus Klienya yang seolah-olah kasus ini menjadi kasus yang besar dengan banyaknya dakwaan yang dilontarkan oleh JPU. Para pakar hukum seolah-olah hanya ingin mencari perhatian oleh media.

"Para pakar hanya mencari popularitas, biar diwawancara oleh berbagai media seperti halnya KPK" ujar Hotma di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/4/2013)

Sidang Eksepisi DS didampingi oleh semua kuasa hukumnya yakni Hotma Sitompul, Juniver Girsang, Teuku Nasrullah dan Tommy Sihotang. Mereka sudah menyiapkan 67 halaman nota pembelaan terhadap kasus korupsi simulator SIM di Kakorlantas Mabes Polri dan TPPU.

Melalui kuasa hukumnya Hotma Sitompul membacakan nota keberatan dengan judul  

"Kehabisan Kata-kata". Maksudnya ia mengangap KPK terlalu cepat memproses kasus hukum Klienya. Pasalnya ia status dia baru disangka tapi kemudian tiba-tiba sudah didakwa dan harus di penjara.

"Terdakwa sampai saat ini dianggap tidak bersalah. Buat apa persidangan kalau sudah ada vonis. Kami berharap saudara PU (Penuntut Umum) tidak menjawab dengan esai, bahwa nota keberatan kami ini dibilang sudah memasuki pokok perkara." Terangnya

Sidang yang  dipimpin Ketua Majelis Hakim Suhartoyo, Asmin Ismanto dan Matius Samiadi berlaku sebagai hakim anggota memang cukup alot sejak dibuka pukul 09.00 WIB sidang belum juga selesai.

Dakwaan PU (dalam sidang dakwaan pekan lalu) hanya diulang-ulang terus. Mari semua jangan mencari popularitas. PU harus bertindak semata-mata bekerja dengan atas dasar hukum. Kami minta hakim tidak memihak," masih kata Hotma Sitompul.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com