Berita Daerah

Selasa, 30-04-2013 06:34

THL Penyuluh Pertanian Keluhkan Nasib ke Cawagub PDIP


Prayitno

Heru Sudjatmoko dengan THL Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian.

Heru Sudjatmoko dengan THL Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian.

TERKAIT
PURBALINGGA,PESATNEWS  – Sekitar 42 perwakilan Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian mengeluhkan nasib kepada calon wakil Gubernur (Cawagub) Jateng dari PDIP Heru Sudjatmoko. Mereka berasal dari wilayah 9 kabupaten dan dua kota di wilayah Bakorwil III Jateng. Keluhan itu disampaikan karena kebijakan Pemprov Jateng yang dinilai tidak memperhatikan nasibnya, sejak ada THL.

Suharso, koordinator THL wilayah Bakorwil III mengungkapkan, honor yang diterima dari pemerintah pusat selama dikontrak dibayar hanya 10 bulan dalam satu tahun. Besaran honor didasarkan pada ijasah yang digunakan THL. Untuk lulusan SLTA besarnya Rp 1 juta, D3 Rp 1,5 juta dan S-1 Rp 2 juta. Selain honor ditambah biaya operasional yang besarnya Rp 100 ribu.

“Dalam satu tahun, sesuai kontrak kami hanya dibayar selama 10 bulan. Padahal kami tetap bekerja selama 12 bulan dalam setahun. Kami berharap, jika Ganjar – dan Heru terpilih dan memimpin Jateng, mohon perhatikan nasib kami,” kata Suharso saat bertemu Heru Sudjatmoko di sebuah rumah makan di Purbalingga, Senin (29/4/2013 sore).

Suharso menyebutkan, pihak pemprov Jateng yang ditandatangani Sekda Jateng Hadi Prabowo dengan nomor 900/11638 tertanggal 8 Juni 2009 seolah cuci tangan atas keluhan para tenaga THL. Dalam surat itu bahkan memerintahkan kepada bupati/walikota tentang dukungan penyediaan dana tambahan honor dan BOP bagi THL-TB Penyuluh Pertanian.

“Pemprov Jateng seolah melepas tangan nasib kami, dan meminta kabupaten untuk membantu serta mengusulkan kepada pemerintah pusat. Yang membuat kami kecewa, usulan soal tambahan honor itu disebutnya tidak ada dasar hukumnya dan menjadi wewenang pusat,” kata Suharso sembari menunjukkan surat Sekda Jateng tersebut.

Suharso menambahkan, beberapa kabupaten kota yang peduli dengan nasib THL penyuluh pertanian, akhirnya memberikan bantuan honor selama dua bulan dalam satu tahun. Besarannya tergantung dari kemampuan APBD masing-masing kabupetan, antara kisara Rp 275 ribu hingga Rp 650 ribu. “Mestinya, Pemprov Jateng  bisa menambahi honor itu, bukan malah lepas tangan. Toh kami bekerja untuk kemajuan Jateng di bidang pertanian,” tambahnya.

Selain keluhan soal honor, para tenaga bantu itu juga menyampaikan aspirasi nasibnya jika mungkin bisa diangkat sebagai PNS.

Heru Sudjatmoko yang menerima keluhan itu mengungkapkan, THL penyuluh pertanian pada dasarnya bekerja untuk ikut membangun daerah di Jateng yang merupakan bagian dari Provinsi Jateng. Apalagi sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat Jateng. “Politik anggaran di Pemprov Jateng harus dibenahi. Jangan hanya beralasan tidak ada dasar hukumnya untuk membayar tenaga honorer penyuluh. Dasar hukum kan bisa dibuat bersama DPRD,” tegas Heru.

Heru mengungkapkan, dalam aturan yang ada Pemprov Jateng mengoreksi RAPBD yang diajukan kabupaten/kota sebelum menjadi APBD.  Artinya, APBD kabupaten/kota tidak bisa disahkan tanpa campur tangan gubernur. Jika ada sinergi antara Pemprov dengan kabuapeten/kota, paling tidak bisa mengingatkan atau memerintahkan agar kabupaten kota menganggarkan dana untuk honorer itu. Jika terlalu kecil diingatkan, atau syukur Pemprov memberikan tambahan.

”Yang terjadi, koreksi APBD hanya dilakukan oleh staf biro, dan tidak ada kebijakan politik anggaran yang jelas,” kata Heru.

Dibagian lain, Heru juga menyoroti soal birokrasi Pemprov Jateng yang dinilai boros. Heru mengaku telah mencermati APBD bersama pasangannya Ganjar Pranowo. Gubernur mendatang tidak perlu membeli mobil baru, karena saat ini saja ada beberapa mobil dinas gubernur yang tidak rutin dipakai. ”Kami bersama Pak ganjar, akan melakukan reformasi birokrasi dan pembenahan anggaran agar tidak memboroskan APBD. Anggaran yang ada akan lebih diutamakan untuk kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat keci,” tegas Heru. [*]


Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com