Rabu, 24-04-2013 12:36

Tak Lagi Bersih dan Santun, Pendiri Demokrat Sumsel Loncat ke Hanura


Yudi Wahyudi

Syaiful Islam

Syaiful Islam

TERKAIT
PALEMBANG, PESATNEWS- Partai Demokrat kembali ditinggal para kader terbaiknya. Salah seorang pendiri Partai Demokrat (PD) di Sumsel, H. Syaiful Islam memilih mengundurkan diri sebagai anggota dan calon anggota legislatif (caleg) dari partai berlambang bintang mercy tersebut.

Syaiful yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Demokrat, memilih bergabung dengan Partai Hanura. Bahkan mantan sekretaris pertama DPD Partai Demokrat Sumsel itu, tercatat sebagai salah satu caleg yang di daftarkan oleh Partai Hanura ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Senin (22-4-2013).

Dibincangi disela-sela penyerahan daftar caleg sementara (DCS) Partai Hanura ke KPU Sumsel, Syaiful membenarkan ia mengundurkan diri sebagai anggota Partai Demokrat.

Alasanya kata Syaiful, ia kecewa dengan partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.  Ia menyebut, partai pemenang pemilihan umum (Pemilu) 2009 itu, kini tidak lagi sesuai dengan cita-cita partai ketika awal didirikan yakni partai yang bersih dan santun.

“Saya, salah satu pendiri Partai Demokrat di Sumsel bersama Sarjan Tahir, Arudji Kartawinata, dr Hakim Sarimuda Pohan dan lainnya. Kami bersama berjuang membesarkan Demokrat di Sumsel, dengan cita-cita membangun partai yang betul-betul berpihak kepada rakyat,” jelas Syaiful.

Namun kini bebernya, banyaknya kasus korupsi di tanah air yang melibatkan kader Demokrat. Selain itu semangat kebersamaan, pembinaan dan saling menghargai sesama kader sudah tidak ada lagi di Partai Demokrat Sumsel.

“Partai Demokrat Sumsel, kini hanya jadi alat kekuasaan oleh oknum tertentu. Ada pihak-pihak tertentu, yang ingin mendirikan politik dinasti di tubuh Partai Demokrat,” tuding Syaiful.

Syaiful mengaku, banyak kader yang juga mempunyai persamaan yang sama dengannya. Namun selama ini ditahan-tahan.

“Hari ini, sudah klimaksnya. Saya secara pribadi, sudah berulangkali memperingatkan namun tidak dipedulikan. Karenanya saya memilih mengundurkan diri dari Partai Demokrat,” tegas Syaiful sebagaimana dikutip Kabar Sumatera.

Dengan pengunduran diri itu, apakah artinya ia siap di recall sebagai anggota dewan ?, ia menyebut, sebagai muslim ia siap menanggung semua konsekuensinya.

Menurutnya, ia siap di recall dari jabatannya sebagai anggota DPRD Sumsel. “Itu sudah saya sadari, dan bagian dari konsekuensinya. Namun saya siap menghadapinya,” ujarnya.

Lalu apa alasan memilih Hanura ?

“Sebagai orang yang masih mempunyai hati nurani dan kebersamaan, maka saya pindah dan pilih bergabung dengan partai yang mempunyai hati nurani dan menghargai jasa para pejuang partai,” tegasnya.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com