Sorot

Senin, 22-04-2013 14:12

Spirit GKN, Stimulasi Lahirnya Pengusaha Baru


Mita Diantina

ist

Prakoso, BS., Ketua GKN 2013

TERKAIT

PESATNEWS - Puncak acara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ketiga telah berlangsung 18 Maret lalu di Gelora Bung karno (GBK). Event nasional yang melombakan business plan ini bermaksud untuk menjaring wirausaha muda di seluruh Indonesia.

Seperti dikatakan Prakoso, BS., Ketua GKN 2013, dengan target wirausaha sebanyak 1.500, GKN telah melakukan berbagai promosi, misalnya melalui media elektronik. Sedangkan untuk merangkul kalangan mahasiswa GKN telah melakukan sosialisasi secara besar-besaran ke kampus-kampus di Jakarta, Bandung, Bogor, hingga Banten.

“Sosialisasi sudah dilakukan sejak Desember 2012 lalu pada 85 perguruan tinggi,” kata Prakoso. Hasil promosi dan sosialisasi tersebut membuahkan 14 juta visitor pada website resmi GKN dan jumlah proposal masuk mencapai angka di atas 23.000.

Sebagai salah satu pemenang modal yang berasal dari kalangan mahasiswa, Rizal Faisal Ansori yang disapa Ijal ini mengaku sangat antusias dengan adanya GKN. Ijal yang memiliki usaha di bidang kuliner berbahan singkong ini mengaku mendapatkan informasi karena adanya sosialisasi GKN yang dilakukan di kampusnya di Politeknik LP3I Bandung.

Senada dengan Ijal, Jaka Ismaulana pemilik usaha stiker, Radi yang mendirikan usaha “Martabak Imut”, dan Bagus Arga Mulia pemilik usaha “Belalang Tempura” juga mengaku mendapatkan informasi GKN dari masing-masing kampusnya.

Namun berbeda dengan Ijal, Jaka, Radi, dan Bagus, Yefi Sumantri yang merupakan peserta dari kalangan umum justru mengetahui informasi adanya kompetisi business plan ini dari temannya dua hari menjelang batas penutupan. “Untuk kalangan umum seperti saya, promosinya kurang terdengar,” kata Yefi yang melakoni usaha budidaya kroto (semut rangrang) ini.

Animo dan antusias masyrakat hadir di GKN 2013

Menurut Prakoso, GKN kali ini sangat berbeda dari GKN pertama dan kedua. Bercermin pada GKN sebelumnya yang dirasa kurang maksimal, pada GKN ketiga ini diadakan kompetisi busines plan. Peserta diharuskan mengirimkan proposal bisnis/usaha yang berisi penjelasan mengenai usaha yang akan maupun sudah berjalan, termasuk asumsi perhitungan usaha dan keuntungan.

“Pada GKN pertama dan kedua hanya berupa pelatihan dan pendidikan saja, sedangkan pada GKN ketiga selain kompetisi busines plan, namun peserta juga diberikan modal maksimal Rp 25 juta,” jelasnya.

Besarnya modal ini, menurut Prakoso tergantung dari asumsi perhitungan usaha pada proposal yang telah dikirimkan peserta. “Modal yang diberikan bervariasi jumlahnya, jadi bukan semua peserta sama-sama mendapatkan Rp 25 juta,” ungkapnya.

Kendati merasa senang bisa mendapatkan modal untuk usahanya, namun tebersit rasa kecewa terhadap acara puncak di GBK tersebut. “Saya membayangkan pemenang akan disebutkan namanya. Buat saya, itu suatu kebanggaan jika nama saya dipanggil dan saya berdiri di panggung untuk menerima penghargaan tersebut,” kata Yefi.

Ijal menambahkan, “Acaranya bukan GKN banget, kok lebih banyak hiburannya dibandingkan materi wirausahanya?” katanya seraya mempertanyakan. Selain itu, kurangnya pemberitahuan kepada pemenang membuat Ijal tidak mengetahui di mana ia bisa dapat informasi mengenai daftar pemenang. “Saya sampai bertanya ke sesama penonton, akhirnya saya tahu kalau pengumumannya pada akhir acara, itu pun melalui slide show saja,” jelas Ijal.

Sementara menurut Prakoso, pihaknya berupaya untuk menyenangkan peserta dan penonton, untuk itulah diselenggarakan acara hiburan yang lebih banyak. “Meskipun acara wirausaha, tapi saya yakin kalau tidak ada hiburan penontonnya tidak akan sebanyak kemarin yang datang,” kilahnya.

Seleksi Ketat

Penyeleksian pemenang GKN ketiga ini, menurut Prakoso sudah dilakukan secara ketat. Mulai dari proposal yang dikirimkan peserta, proses wawancara, sampai keputusan kelolosan peserta. “Dari awal sudah kelihatan kok mana peserta yang asal-asalan dan peserta serius, penilaian awal itu dari proposal yang mereka kirim,” kata pria yang menjabat sebagai Deputi Menteri Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia ini. Untuk menyeleksi para peserta, pihak GKN bekerja sama dengan Dinas Koperasi setempat asal peserta.

Penilaian selanjutnya pada tahap wawancara, yaitu penguasaan materi saat presentasi. “Dengan menguasai materi usaha, berarti dia ada kemauan keras untuk bidang usaha yang diajukan. Yang perlu digarisbawahi adalah kemauan,” papar Prakoso.

Dari Desember 2012 sampai Februari 2013, dibuka pendaftaran dan pengiriman proposal. Selama hampir dua bulan tersebut, jumlah proposal yang masuk sampai puluhan ribu. Untuk tahap pertama, disaring menjadi 3.000an proposal dan tahap kedua dikerucutkan menjadi 1.500 proposal yang dianggap terbaik. “Saya melihat masyarakat sangat antusias,” kata Prakoso.

Ke-1.500 peserta yang lolos, berhak mendapatkan modal yang telah ditentukan oleh pihak GKN. Prakoso mengungkapkan, besarnya modal yang diberikan kepada pemenang wirausaha berkisar Rp 5 juta sampai Rp 25 juta. 

Kriteria jumlah modal yang didapatkan pemenang tergantung dari proposal yang diajukan. “Ada yang mengajukan Rp 7 juta dapatnya Rp 15 juta, ada juga yang mengajukan Rp 25 juta dapatnya Rp 10 juta,” kata Prakoso.

Perbedaan tersebut dinilai dari kebenaran nominal yang terdapat di perhitungan usaha pada proposal. “Mayoritas peserta mengejar bisa mendapatkan modal Rp 25 juta, banyak juga lho yang me-mark up angka rupiahnya,” sesalnya.

Namun dengan kejelian petugas yang menyeleksi, hal tersebut bisa diminimalisir. Dari 1.500 proposal yang memenangkan modal dari GKN, dikatakan Prakoso, sebanyak 70% terhitung sebagai inovasi baru. “Anak muda sekarang banyak yang kreatif,” tambahnya.

Modal Tidak Sama

Ijal mengaku, di proposal ia mengajukan modal sebesar Rp 12,5 juta. “Tapi yang di-acc Rp 12 juta, itu juga sudah alhamdulillah,” katanya. Ia menambahkan, “Mungkin usaha saya yang bernama Endog Lewo terdengar unik, jadi saya dipilih sebagai salah satu pemenang,” kata Ijal.

Jaka yang berasal dari Bekasi mengaku menuliskan angka Rp 9 juta di proposalnya, dan yang didapat Rp 7 juta. Bagus yang masih berstatus mahasiswa mengaku menerima modal sebesar Rp 15 juta kendati di proposal ia mengajukan Rp 7 juta. Sementara Radi yang berasal dari Universitas Andalas Padang mengajukan Rp 25 juta, namun yang didapatnya Rp 17 juta. “Kalau saya mengajukan Rp 10 juta dan menerima Rp 8,5 juta. Sepertinya usaha saya dinilai bisa memberikan lapangan kerja bagi masyarakat, jadi saya terpilih,” kata Yefi. 

Setelah diumumkan sebagai pemenang, keesokan harinya setelah acara puncak GKN para peserta diwajibkan untuk mengambil sertifikat dan mengurus pemberkasan untuk kemudian berlanjut pada proses pencairan dana/modal.

Dari informasi Ijal dan Yefi, untuk bisa mendapatkan pencairan dana GKN, peserta harus membuka rekening baru di Bank Mandiri dan melengkapi diri dengan NPWP. Namun Yefi menyayangkan ketika dirinya diharuskan membuka rekening baru kendati telah menjadi nasabah Mandiri. “Ini kan sama saja mempersulit kami,” keluhnya.

Mendengar hal tersebut, Prakoso menampik mempersulit peserta. “Kami tidak menyulitkan peserta, bahkan jika peserta telah memiliki rekening di suatu bank, bilang saja dan kemudian memberikan nomor rekeningnya saja untuk kemudian kami proses, gampang toh,” jelas pria 55 tahun ini.

Dengan banyaknya penonton dan peserta yang memadati GBK serta dimeriahkan oleh artis-artis ternama, acara GKN pada pertengahan Maret lalu menyisakan ketidakpuasan dari para pemenang, Ijal dan Yefi contohnya. Keduanya menyayangkan ketidakjelasan informasi mengenai GKN tidak hanya mengenai jumlah modal yang diberikan.

Hal-hal yang dianggap tidak jelas oleh keduanya ialah informasi mengenai hal-hal yang harus dibawa saat proses pengambilan sertifikat dan pemberkasan. Ijal mengaku menemui kesulitan untuk membuka website www.spiritgkn.com selama 2 hari.

Hadirin diberikan hiburan musik

Keluhan lainnya yang dirasakan keduanya yang diiyakan Jaka, dan Bagus ialah pelayanan yang kurang maksimal saat pemberkasan, seperti ketidakrapian pelayanan sehingga terjadi antrean yang cukup panjang yang membuat peserta menunggu berjam-jam.  Yefi menegaskan, semestinya dengan acara yang bertaraf nasional harusnya bisa memberikan pelayanan baik yang sudah diperhitungkan untuk melayani ke-1.500 pemenang modal.

Mendengar hal yang kurang menyenangkan tersebut, Prakoso beralasan bahwa tenaga kerja yang mengurusi GKN ini memang terbatas. “Hanya 60 orang,” katanya. Oleh sebab itu, ia menilai wajar jika banyak hal yang tidak bisa dilakukan secara maksimal. “Lagipula meskipun ini GKN ketiga, tapi baru pertama kalinya menghadiahi pemenang dengan modal uang, jadi wajar saja sistem dan manajemen kami belum tertata baik,” lanjutnya.

Dikatakan Prakoso, modal yang diberikan kepada peserta sudah cair dan bisa dicek sejak awal April lalu. Proses pencairan dana ini tidak secara sekaligus, namun dilakukan secara bertahap. “Memasuki minggu kedua pencairan dana, saat ini sudah hampir semua peserta bisa mulai bergerak untuk mengembangkan usahanya dari modal yang diberikan GKN,” tutur Prakoso.

Ketika pencairan dana ini dikonfirmasikan kepada peserta, baik Ijal, Yefi, Jaka, Bagus, dan Radi mengaku sudah mengecek dan memang benar dananya sudah masuk ke rekening masing-masing. “Saya iseng saja cek rekeningnya, ternyata sudah masuk. Tetapi sayangnya saya tidak dikabari jika dana sudah cair,” kata Yefi. Mengenai tidak adanya pemberitahuan dari GKN soal dana yang sudah cair, Prakoso mengatakan bahwa semua peserta tidak ada yang diberitahu. “Sekali lagi, karena terbatasnya SDM yang mengurusi pencairan dana ini, kami tidak bisa mengabarkan ke satu per satu peserta,” jawab Prakoso.

Selalu Dimonitoring

Setelah pemenang menerima modal, bukan berarti berhenti sampai di situ. Dari pihak GKN, kata Prakoso, akan meminta laporan setiap bulan mengenai perkembangan usaha pemenang. “Selain itu, juga akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak),” tambahnya. Tidak hanya dalam laporan perkembangan usaha, pemenang juga diharuskan konfirmasi jika menarik uang dari rekeningnya. Dijelaskan Prakoso, pihaknya bekerja sama dengan cyberpreneur agar bisa mengontrol pengambilan uang tersebut.

Yefi yang juga memiliki usaha bimbingan belajar ini menambahkan, “Proses monitoring ini harus dua arah, bukan hanya pihak pemenang atau GKN saja, harus saling bekerja sama demi kemajuan usaha,” katanya.

Ijal mengutarakan, setelah ia mendapatkan dana, ia akan sesegera mungkin mengembangkan usahanya. “Saya harus pintar bagi waktu nih antara kerja dan kuliah, soalnya saya ingin punya banyak kios di Bandung dan Cianjur,” tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Yefi yang ingin usahanya bisa berkembang dengan adanya stimulus berupa modal dari GKN ini. “Semoga usaha yang saya rintis bisa terus bertahan dan makin sukses,” harapnya.

 

Ke depannya, menurut Prakoso GKN tidak berhenti pada acara puncak di GBK saja, namun berlanjut pada GKN untuk 33 propinsi di Indonesa. “Sama dengan GKN ketiga, GKN untuk propinsi ini juga akan diberikan modal maksimal Rp 25 juta,” jelas bapak dua putri ini.

Dengan diadakannya GKN ketiga, terbukti bisa meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. “Berdasarkan data, sebelum tahun 2011 persentase wirausaha hanya 0,4%. Saat ada GKN pertama dan kedua meningkat menjadi 1,56%, dan GKN ketiga menjadi 1,65%, meskipun angka tersebut bukan dihasilkan dari peserta GKN saja. Angka itu dampak dari stimulus acara GKN,” papar pria kelahiran Bogor ini.

Prakoso berharap masyarakat bisa termotivasi, khususnya dalam hal wirausaha. “Misalnya dari yang sebelumnya menganggur menjadi punya usaha, atau yang tadinya tidak berpikir untuk berwirausaha jadi ada niat untuk usaha,” katanya. [ ]

 



Editor : Fuad R

  

KOMENTAR

  • laode m arif

    kapan GKN diadakan disultra kami dari wakatobi tidak mendapat info ini .....trimakasih
  • laode m arif

    kapan GKN diwilayah sulawesr tenggara kami dari wakatobi blm dapat informasi
  • hariadi

    asslm, kpan pak kegiatan GKN diadakan di daerah Medan?
  • fachrizal

    Assalamu'alaikum,.. kapan pak jadwal pengembalian form GKN untuk wilayah Aceh.. trima kasih


KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Sorot
BERITA Profil Usaha
BERITA Kisah Sukses
BERITA Tips
BERITA Konsultasi
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com