PERINGATAN

Red Lights

Sabtu, 13-04-2013 14:32

Swingers, Tren Tukar Pasangan Marak di Dunia Maya


Abdi Tri Laksono

Swingers

Swingers

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Sebuah kegiatan seksual bertukar pasangan atau yang lazim disebut swingers kini sedang marak di berbagai forum dunia maya. Ajakan dan undangan atau bahkan gathering sesama penyuka hubungan seks yang tak biasa ini menjamur di dunia maya.

"Kami pasangan minat swinger atau threesome, asal bersih dan enjoy sex for fun. Kami dari Cirebon, tidak komersil, kami M 36 tahun F 35 tahun mencari yang seumuran atau kurang dan bagi yang serius hub. 085618354xxx”

“saya dan istri ingin sekali merasakan sensasi swinger. Sebelumnya kita blom pernah sama sekali. Mungkin mulai dari Soft Swinger dulu.”

Itulah dua contoh iklan dari ribuan iklan yang mengajak swinger atau threesome. Mungkin kalau threesome sudah tidak terlalu asing ditelinga, tapi kalau swinger itu yang mungkin terdengar aneh.

Secara definitif, swinger adalah melakukan hubungan seks antara pria dan wanita secara bersamaan dengan beberapa pasangan, kemudian saling menukar pasangan atau partner seksnya dalam group itu. Singkatnya, swinger itu aktivitas seks dengan cara bertukar pasangan (suami/istri)

Swinger cenderung dilakukan oleh pasangan suami istri atau pasangan kekasih yang ingin merasakan sensasi berbeda dari sebuah perilaku seks. Jangan membayangkan para pelaku swinger yang memasuki kepala 3 atau 4, kini pergesaran swinger sudah merambah ke yang kepala 2, karena dianggap lebih kuat, lebih “liar” dan lebih menggoda serta lebih open minded. Satu hal yang harus digaris bawahi, pelaku swinger ini bukanlah para PSK ataupun gigolo, karena mereka sangat hati-hati dalam “bermain”.

Sejak berabad lalu berbagai literatur telah menggambarkan perilaku saling bertukar pasangan seksual ini. Bahkan di Eropa, sedikitnya tercatat seribuan klub yang aktif. Di Jakarta sendiri, para swinger ini saling bertemu di sebuah kafe atau klub malam, bila cocok maka tinggal mencari kamar di hotel.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai swinger ini, saya mencoba menghubungi sebuah nomor kontak yang saya dapat dari sebuah iklan.

Seorang yang sudah pernah melakukan swingers, Hendra, mengaku baru pertama kali melakukan swinger. Diakui Hendra, awal dirinya mengetahui swinger dari sekedar iseng browsing dunia maya dan mendengar dari mulut temannya. Menemukan sebuah forum bagi pecinta swinger, akhirnya dia mulai ikut-ikutan promosi.



Alasan utama yang sering diajukan oleh mereka yang mau melakukannya adalah untuk tetap menjaga gairah seksual setelah sekian lama menjadi suami istri. Mereka sudah melewati masa ujian soal rasa cinta karena terbukti telah bersama sekian lama. Yang mereka lakukan murni hanya untuk seks saja, sehingga tidak perlu melibatkan emosi sama sekali selain nafsu.

“Anak-anak kami sudah remaja dan kami sudah bersama belasan tahun lamanya. Kami sama-sama yakin atas cinta yang kami miliki, tidak perlu harus diragukan lagi. Kami melakukannya justru karena rasa percaya antara satu dengan yang lainnya. Kami tahu batas-batasnya. Ini murni hanya untuk memenuhi fantasi seksual kami saja," katanya.



Keinginannya buat swinger pun bukan keinginan sepihak, tapi juga mendapat restu dari sang istri. Tak tanggung-tanggung dirinya mengizinkan bila nantinya dia melakukan aktivitas seks dengan istri partnernya ataupun bila sang istri digilir oleh suami sang partner. Malah ada pasangan lainnya yang bilang bahwa lebih baik mereka melakukannya demikian sehingga tidak perlu harus selingkuh tanpa sepengetahuan mereka.

“Kalau begini, kan, saya jadi tahu dengan siapa dia melakukan hubungan seks. Tidak perlu harus berbohong dan saya juga bisa tahu pasti sampai sejauh mana mereka berhubungan,” tambah pria berusia 39 tahun tersebut.

Swinger juga belum dapat dikatakan sebagai gaya hidup karena belum ada penelitian yang memberikan data valid. Namun yang pasti, rata-rata pelaku swinger adalah para pasangan yang memiliki hidup mapan akibatnya swinger terlihat seperti kebutuhan tersendiri dalam mencari kepuasan diranjang.

Disatu sisi, swinger jelas menggambarkan melorotnya moral dan batas-batas norma dalan kehidupan masyarakat. Sementara di sisi lainnya, swinger juga menjadi sebuah trend urban yang dilakoni oleh sebagian kecil masyarakat perkotaan yang hedonis.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com