Kisah Sukses

Jumat, 12-04-2013 13:42

Jual Satu Mobil, Andi Dapat Puluhan Mobil


Mita Diantina

ist

ist

TERKAIT

PESATNEWS - Siapa bilang pada usia muda tidak bisa sukses? Andi Agustiadi adalah salah satu contohnya. Pemuda 25 tahun ini pemilik rental mobil  dengan 30 armada. Perjalanan berliku telah dilaluinya untuk mencapai keberhasilan.

Andi mengenal dunia usaha sejak memasuki jenjang perguruan tinggi pada tahun 2007 lalu. Andi mengungkapkan, saat itu motivasi terbesarnya ialah agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Waktu itu uang kiriman sebesar Rp 15 ribu per bulan dari orang tua untuk biaya hidup, segitu kan tidak cukup,” kata Andi yang berasal dari Indramayu.

Lantas ia mencari-cari bidang usaha yang bisa ditekuni sembari menjalani perkuliahan. Tidak lama, Andi pun bergabung menjadi salah satu anggota MLM. Menurutnya, dengan menjadi anggota MLM saat itu bisa memberikan penghasilan yang cukup untuk kebutuhannya. “Meskipun ketika itu MLM dianggap sebelah mata, tapi daripada saya enggak bisa makan,” katanya memberi alasan.

Diceritakan Andi, saat bulan pertama bergabung, ia sudah bisa menghasilkan keuntungan Rp 500 ribu. Perlahan tapi pasti, dengan kemampuan presentasi yang dimilikinya Andi bisa menarik minat banyak orang untuk bergabung dengan MLM di bawah kepemimpinannya.

“Dari MLM, saya menjadi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, bisa membayar kuliah sendiri, beli laptop, beli motor, bahkan bisa beli mobil,” kata Andi bangga. Namun ia hanya bertahan selama 2,5 tahun dengan pangkat terakhir “Bintang 8”.

Saat waktu kuliah Andi tidak padat karena mulai memasuki pembuatan tugas akhir, Andi mulai terpikir untuk mendirikan bisnis. Mobil hasil jerih payahnya dari MLM pun hanya ia pakai sesekali untuk ke kampus.

“Mobil saya kebanyakan nganggur, nggak dipakai secara maksimal. Lalu saya pun mulai berpikir, bisnis apa yang bisa saya lakukan dengan mobil saya?” kata pria kelahiran 5 Agustus 1988 ini.

Tidak membutuhkan waktu lama, ia memutuskan untuk mendirikan usaha rental mobil dengan menjual mobil Honda City miliknya untuk membeli dua buah mobil lainnya, yaitu Avanza dan Xenia.

Kejeliannya menangkap peluang usaha rental mobil ini bukan tanpa perhitungan. Menurutnya, kebutuhan akan kendaraan khususnya mobil cukup tinggi di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Dengan banyaknya jumlah mahasiswa mulai dari jenjang S1 sampai S3, hingga dosen dan stafnya, maka banyak juga kebutuhan perkuliahan maupun lainnya yang menggunakan mobil.

“Saya ingin bisa menjembatani berbagai aktivitas di kampus, misalnya proyek dosen, acara pernikahan mahasiswa, untuk nongkrong, ke bandara, ataupun hanya sekadar pindah kosan,” paparnya.

Dengan bermaksud untuk naik kelas (naik level) dalam bisnis, Andi berani membuka usaha rental mobil tahun 2010 lalu di sekitar kampus IPB. Rental mobil miliknya diberi nama Wiralodra 27, yang merupakan nama pangeran dari Indramayu yang digabungkan dengan angka kesukaannya. “Saya suka banget angka 27,” kata Andi. Menurutnya, target market usahanya sebanyak 87% mahasiswa dan 13% umum.

Wiralodra 27 menyewakan berbagai jenis mobil, dengan harga yang bervariasi. Untuk Avanza, Xenia dan Luxio harga sewanya Rp 250 ribu/hari, sedangkan Inova, Livina, Terios, Yaris, dan Artiga harganya Rp 300 ribu/hari. Bagi mahasiswa, Andi menyediakan paket hemat malam Rp 150 ribu untuk penyewaan dari pukul 18.00 sampai 05.00. “Dari mobil tersebut, yang paling banyak dipilih untuk dipinjam adalah Avanza,” kata Andi.

Jika ingin menyewa bersama supir, untuk wilayah Jabodetabek penambahannya Rp 100 ribu/12 jam dan jika lebih dari 12 jam Rp 150 ribu. Sedangkan jika keluar kota dan menginap, tarif supir sebesar Rp 200 ribu/hari. Andi menambahkan, ia tidak menentukan waktu untuk pemesanan/pem-booking-an mobil. “Kalau mau dadakan dan mobil tersedia, pasti akan saya kasih,” tegasnya.

Pelanggan “Nakal”

Usaha rental mobil yang dijalani Andi, bukan tanpa risiko. Berbagai macam kejadian tidak mengenakkan telah dialami, mulai dari mobil lecet, terpentok, kecelakaan kecil, kecelakaan besar, sampai mobil hilang. “Bahkan ada juga klien menabrak orang sampai meninggal saat pakai mobil saya, walau berat tetapi harus saya hadapi,” cetusnya.

Jika customernya merusakkan mobil rental, Andi akan membebankan biaya penggantian kepada customer namun dengan waktu yang telah disepakati kedua pihak.

Selain itu, Andi menambahkan, tantangan juga bisa dari customer “nakal”. Biasanya customer “nakal” ini memiliki maksud tertentu, bukan hanya sekadar meminjam mobil, misalnya menggadaikan mobil atau membawa lari mobil sewaan.

Untuk meminimalisir customer “nakal”, ada trik-trik tertentu yang dilakukan Andi. “Umumnya sih sudah kelihatan dari gelagatnya saat awal ketemu untuk meminjam mobil, jadi pertemuan pertama bisa jadi memuluskan jalan untuk bisa pinjam mobil atau sebaliknya,” jelas Andi tanpa merinci lebih jauh.

Saat ada customer yang akan meminjam mobil, Andi akan turun tangan langsung untuk bertemu, terutama untuk menilai si customer, apakah layak atau tidak untuk dipinjamkan. Berdasarkan pengalamannya, terdapat beberapa kriteria customer yang harus diwaspadai, yaitu customer yang suka menawar dan customer yang rewel/banyak mau.

Untuk lebih mengetahui tentang latar belakang calon customernya, Andi biasanya akan meminta Kartu Keluarga (KK) dari customer yang bersangkutan. “Saya akan mencari tahu, apakah data dari KK benar-benar sesuai dengan customer,” lanjut lulusan Fakultas Ekologi Manusia IPB ini.

Utamakan Konsumen

Dikatakan Andi, hal penting dalam usaha rental mobil ialah bisa membangun kepercayaan customer. Untuk bisa membangun kepercayaan tersebut, Andi mengedepankan trust, safety, dan comfort. Trust berarti bisa memegang janji yang sudah diucapkan.

“Misalnya customer akan merental mobil, kalau ada bilang ada, tapi kalau enggak ada jangan bilang ada, itu malah membohongi customer, nanti bisa kecewa,” jelas anak tunggal ini.

Sedangkan “safety”, Andi berusaha untuk membuat customernya merasa aman. Untuk itu, ia selalu melakukan maintenance berkala terhadap mobilnya, sehingga mobil selalu dalam keadaan layak pakai.

 Terakhir, comfort berarti Andi ingin bisa membuat penyewa mobilnya merasakan kenyamanan saat menggunakan mobil.  Demi kenyamanan customer, Andi melengkapi semua mobilnya dengan fasilitas televisi, charger, sensor parkir, dan kursi yang empuk.

Untuk memanjakan customernya, Andi selalu menyediakan mobil keluaran terbaru untuk dipakai customernya. Peremajaan ini dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. “Jadi umur mobil paling tua ialah 2 tahun,” ungkap Andi.

Dalam satu hari, Andi bisa menyiapkan sebanyak 30 armada mobil dengan omset paling sedikit Rp 2,5 juta per hari atau Rp 75 juta per bulan. “Kalau semua mobil keluar semua, omset bisa di atas Rp 100 juta,” kata Andi yang pernah memiliki usaha 3 kantin di IPB ini.

Bisa mencapai kesuksesan dalam usia muda sama sekali tidak terbersit dalam pikiran Andi.  Menurutnya, apa yang diraihnya sekarang tidak terlepas dari kerja keras dan semangat. Andi menambahkan, usaha akan berkembang dari proses, di mana proses itu aakan menempa seseorang menjadi lebih baik.

“Sangat wajar kalau badai menerpa usaha kita, karena badai pasti akan berlalu. Tapi, apakah setelah melewati badai tersebut, usaha kita masih ada atau nggak?” tegasnya. Selain itu semua, kunci utama dalam bisnis ialah yang sesuai dengan passion diri sendiri.

Kendati belum pernah merasakan menjadi pegawai kantoran, namun ia mengatakan bahwa terdapat tiga perbedaan antara pegawai kantoran dan wirausaha. Pertama, pegawai kantoran memiliki income yang terbatas, sedangkan income wirausaha tidak terbatas, bisa turun atau naik.

Kedua, dari segi waktu, pegawai kantoran memiliki waktu yang tidak fleksibel karena terbentur jam kerja yang pasti, sementara wirausaha waktunya sangat fleksibel, dalam arti bisa santai atau bahkan kerja keras selama 24 jam.

Terakhir, kreativitas pegawai kantoran dibatasi, sedangkan wirausaha tidak dibatasi karena tidak ada bos. “Saya ada cita-cita bekerja di kantoran, tapi di kantor sendiri, untungnya orang tua saya memberi kebebasan,” akunya.

Dalam mengembangkan usahanya, Andi memiliki rencana untuk bisa menambah jumlah armadanya menjadi dua kali lipat dari yang sudah ada. “Saya juga ingin menjadi market leader usaha rental mobil di kampus IPB,” katanya. [ ]



Editor : Fuad R

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Sorot
BERITA Profil Usaha
BERITA Kisah Sukses
BERITA Tips
BERITA Konsultasi
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com