Berita Terkini

Senin, 08-04-2013 19:07

BNP2TKI dan IOM Kerjasama Perkuat Penanganan Migrasi



MOU antara BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dan Mr Dennis Nihill Chief of Mission IOM Indonesia.

MOU antara BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dan Mr Dennis Nihill Chief of Mission IOM Indonesia.

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS - BNP2TKI dan The International Organization for Migration (IOM) bekerja sama dalam Memperkuat Kemampuan Penanganan Migrasi Tenaga Kerja di Indonesia.

Program kerjasama BNP2TKI dan IOM yang dilakukan di Indonesia ini nantinya dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi negara-negara anggota Colombo Process lainnya. Program kerjasama ini merupakan kegiatan kerjasama regional yang melibatkan 4 negara Colombo Process - yakni Indonesia, Bangladesh, Nepal, dan Filipina - yang didanai oleh Komisi Eropa untuk Migrasi dan Suaka.

Program kerjasama BNP2TKI dan IOM ini mendapat dukungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan The United Nation Entity for Gender Equality and Empowerment of Women (UN WOMEN). Menandai peluncuran kerjasama BNP2TKI dan IOM ini akan dihadiri pula Kemenakertrans/Lembaga terkait, Duta Besar dan perwakilan negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi pekerja migran.

Julian Wilson, Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam menegaskan komitmen Uni Eropa dalam mendukung program regional ini yang melibatkan negara-negara anggota Colombo Process dan mitra-mitra pemerintah lainnya, yang menyediakan ruang untuk memperkuat dialog yang konstruktif, saling percaya dan kerja sama antara negara pengirim dan negara tujuan.

Sedangkan Kepala Misi IOM di Indonesia, Denis Nihil menjelaskan, beberapa tujuan utama dari program kerjasama ini, yakni meningkatkan kapasitas lembaga pemerintah dalam mempromosikan praktik rekrutmen tenaga kerja ke luar negeri yang baik; meningkatnya koordinasi dan kerjasama antara negara-negara asal dan negara tujuan dalam mempromosikan migrasi yang aman dan tertib; serta mendorong riset pengembangan pasar tenaga kerja untuk mendukung keselarasan antara permintaan tenaga kerja dan ketersediaannya.

Denis Nihill juga menyatakan, bahwa melalui komponen kegiatan peningkatan kesadaran diharapkan program ini dapat turut serta berkonstribusi terhadap meningkatnya pengetahuan calon TKI, TKI dan komunitas TKI mengenai proses dan peluang migrasi yang aman dan prosedural.

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menegaskan kesediaan Pemerintah Indonesia, termasuk BNP2TKI, guna melakukan upaya serius dalam melakukan perbaikan layanan dan manajemen migrasi yang bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang mudah, murah dan nyaman serta perlindungan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri.

Beberapa program dibawah BNP2TKI sudah diluncurkan di antaranya adalah sistem pendaftaran online untuk menghapus praktek percaloan dan rekrutmen ilegal serta pendirian Crisis Center untuk mengakomodasi pekerja migran dalam melaporkan kasus pelanggaran hak.

BNP2TKI menyambut baik kerja sama dengan IOM dan UN WOMEN terutama untuk lebih meningkatkan kapasitas petugas garda depan (frontline officers) guna mendukung program Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu layanan dan mengurangi angka risiko migrasi.

Sedangkan Direktur Jenderal Binapenta, Reyna Usman mewakili Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, dalam sambutannya menegaskan, bahwa untuk menciptakan perlindungan TKI yang baik diperlukan peran serta secara aktif dari seluruh stakeholder terkait, swasta maupun NGO, secara nasional maupun internasional.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Indonesia, di antaranya dengan mereview dan menyederhanakan berbagai kebijakan dan melakukan reformasi seluruh aspek kelembagaan dalam rangka pengetatan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI.

Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi Konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Seluruh Buruh Migran dan Anggota Keluarganya. Hal ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan perlindungan buruh migran baik secara regional maupun global. Berbagai program bantuan Pemerintah pun banyak difokuskan pada daerah-daerah pengiriman TKI.

Kemnakertrans mendukung penuh program kerja sama antara IOM dengan BNP2TKI. Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut, penanganan migrasi tenaga kerja di Indonesia dapat semakin ditingkatkan demi kesejahteraan TKI dan keluarganya. [*]


Editor : Hasan Basri

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com