Top News

Jumat, 05-04-2013 14:34

Kriminolog: Kasus Cebongan, Akibat Krisis Kewibawaan Presiden


Robbi Khadafi

ist

ist

TERKAIT

JAKARTA, PESATNEWS - Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Mulyana W Kusumah menilai, peristiwa-peristiwa kekerasan kelompok/ormas penekan, kekerasan politik seperti di Palopo, kekerasan konspiratif seperti penyerbuan Lapas Cebongan, Qanun Bendera Atjeh, jelas merupakan dampak dari krisis kewibawaan (crisis gezag) yang serius atas pusat kekuasaan.

"Sebagaimana diamanatkan para pemimpin bangsa yang dituangkan dalam Penjelasan UUD 1945 (lama) dalam menjalankan pemerintahan negara, kekuasaan dan tanggung jawab adalah di tangan Presiden," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Dia mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan harus melakukan langkah-langkah konstitusional untuk segera memulihkan 'crisis gezag' agar Indonesia dapat tetap sebagai  Negara Hukum.

"Tujuan bernegara dalam Pembukaan UUD 1945 untuk membentuk Pemerintah yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, akan gagal bila Presiden tidak mampu menjalankan tugas,wewenang dan tanggung jawab konstitusional secara efektif," jelasnya.

Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini menambahkan, lembaga- lembaga negara seperti MPR, DPR dan DPD di sisa masa jabatan 1,5 tahun harus memusatkan perhatian dan  menjalankan peran dan fungsi utk mengawal pencapaian tujuan-tujuan konstitusi dan penegakan Kedaulatan Hukum.

"Para aktor di lembaga-lembaga negara diharapkan tidak terjebak dalam sindroma selebritas dan membangun narasi politik untuk kepentingan pemilu,"  ujranya.  [ ]



Editor : Fuad R

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com