Top News

Jumat, 15-03-2013 09:59

RUU Ormas Bisa 'Bunuh' Isi RUU Perkumpulan


Robbi Khadafi

Ilustrasi

Ilustrasi

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia  menilai, dinamika penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat (RUU Ormas) hingga saat ini, terdapat motif untuk mengkerdilkan dan "membunuh" RUU Perkumpulan yang telah digodok sebelumnya.

"Padahal kerangka hukum yang tepat dan relevan untuk mengatur kehidupan berserikat dan berorganisasi adalah RUU Perkumpulan (untuk yang berbasis anggota), di samping UU Yayasan (yang tidak berbasis anggota)," ujar Anggota Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia, Ronald Rofiandri di Jakarta, Jumat (15/3).

Ronald mengatakan, RUU Perkumpulan yang rencananya akan dipersiapkan sebagai RUU inisiatif pemerintah dalam hal ini dibuat oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), belum mengalami kemajuan proses yang signifikan. Pasalnya, sejak Prolegnas 2005-2009 hingga 2013 belum diketahui secara pasti sudah sampai mana prosesnya saat ini.

"Di saat yang bersamaan, sejumlah ketentuan dalam RUU Ormas telah mengkerdilkan dan membunuh inisiatif penyusunan RUU Perkumpulan," katanya.

Koalisi sendiri menemukan dalam Pasal 12 ayat (4) RUU Ormas (versi 9 Februari 2013 yang telah disetujui Panja 20 Juni 2012) mendelegasikan pengaturan lebih lanjut badan hukum perkumpulan melalui Peraturan Pemerintah (PP), di saat sedang direncanakan RUU Perkumpulan.

Selain itu, ketentuan penutup Pasal 68 huruf b RUU Ormas (disetujui Panja 10 Juli 2012) menyatakan bahwa akibat pemberlakuan UU Ormas, maka Staatsblad 1870 Nomor 64 tentang Perkumpulan-Perkumpulan Berbadan Hukum, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

"Padahal awalnya keberadaan RUU Perkumpulan yang seharusnya menggantikan Staatsblad tersebut, bukan RUU Ormas," jelasnya.

Direktur Monitoring, Advokasi dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) ini mempertanyakan, bagaimana status hukum banyak Perkumpulan, apakah pada akhirnya dikategorikan menjadi ormas ?.

"Padahal belum tentu Perkumpulan tersebut mau menjadi ormas dan tetap memilih menjadi Perkumpulan ?," tukasnya.[ ]


Editor : Ervan Bayu Setianto

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com