Berita Nasional

Sabtu, 02-03-2013 21:25

Isu SBY Kawin Sebelum Masuk Akabri Harus Di-clear-kan



SBY

SBY

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS – Isu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah pernah menikah sebelum masuk Akbari (Akmil) muncul kembali. Kasus dugaan kawin SBY dulu pernah diungkap oleh Hartono (Jenderal TNI Purn) dan Zainal Maarif (mantan Wakil Ketua DPR RI).

Pengamat Universitas Nasional (Unas) Tubagus Januar Soemawinata menyarankan agar SBY secepatnya mengklearkan kasus tuduhan terhadap dirinya tersebut di depan publik, agar tidak dibuat lagi oleh pihak tertentu untuk ‘menghantam’ dirinya. Januar pun memaklumi apabila Hartono dan Zainal Maarif ‘malu-malu kucing’ untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.

“Jika benar, mungkin Hartono dibungkam, karena ia punya ‘masalah’ juga yang diketahui SBY, sehingga mantan KSAD itu takut bisa giliran dipukul balik. Sedangkan Zainal Maarif dibungkam entah dengan apa. Yang jelas, Zainal dulu hampir jadi terdakwa pencemaran nama baik SBY, Tapi anehnya, saat itu Zainal kok malah menjadi fungsionaris Partai Demokrat, apa ditukar fasilitas oleh SBY. He…he…hee… ,” papar Januar, Sabtu (2/3/2013).

Sebelumnya, pengacara Eggi Sudjana mengusulkan agar kasus dugaan nikah SBY sebelum masuk Akbari (Akmil) di-Pansus-kan DPR RI sebagaimana kasus Bupati Garut Aceng Fikri nikah siri di-Pansus-kan oleh DPRD.  “Dugaan SBY kawin sebelum masuk Akabri, kenapa tidak pernah di-Pansus-kan oleh DPR terhadap dugaan tindakan tercela yang pernah dilakukan oleh Presiden ini. Tapi kenapa Aceng yang kawin resmi malah di-Pansus-kan oleh DPRD,” desaknya.

Kasus dugaan kawin SBY dulu pernah diungkap oleh Hartono dan Zainal Maarif (mantan Wakil Ketua DPR RI). “Jadi, harus diusut sesuai keselarasan hukum yang dijamin pasal 27 ayat 1 UUD 45 bahwa setiap warga negara dalam kedudukannya di depan hukum,” tutur Eggi.

Pertengahan Juli 2007 lalu, berhembus kabar Presiden SBY pernah menikah sebelum masuk ke Akademi Militer. Isu soal pernikahan SBY ini dihembuskan oleh Zainal Maarif (mantan Wakil Ketua DPR dari PBR). Dalam buku 'Nasihat untuk SBY' yang ditulis Adnan Buyung Nasution, digambarkan polemik soal cara SBY menghadapi isu itu. Karena tersinggung dikatakan sudah punya anak dan istri sebelum masuk Akmil, SBY langsung melapor ke Polda Metro Jaya, mengendarai mobil kepresidenan lengkap dengan iringan pengawalan.

"Meskipun Presiden mengatakan kepergiannya ke Polda Metro Jaya untuk masalah pribadi, tapi tidak begitu caranya. Presiden kan punya penasihat bidang hukum di Wantimpres, kenapa tidak bertanya dulu? Saya merasa terpukul karena tidak sempat memberikan pertimbangan kepada Presiden," tulis Buyung yang mantan anggota Wantimpres Bidang Hukum ini, dalam bukunya halaman 83 tersebut.

Maka sebelum sidang kabinet ditutup saat itu, Buyung pun menyatakan pendapatnya. "Saya mau menyatakan penyesalan, tidak setuju. Kenapa Presiden dalam posisi sebagai presiden pergi melapor ke Polda Metro Jaya mengenai delik penghinaan terhadap Presiden. Sebetulnya tidak perlu Presiden sendiri yang datang. Banyak cara, there are many ways to Rome. Sangat saya sesalkan hal itu. Kenapa Bapak Presiden tidak menelpon saya, bertanya kepada saya, bagaimana cara yang baik menghadapinya," ujar Buyung.

Proses penanganan laporan Presiden SBY selaku pribadi (warna negara biasa) terhadap Zaenal Ma'arif nampaknya telah dipercepat oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.  SBY pada Minggu (29/7/2007), ditemani Ibu Ani Yudhoyono mendatangi Polda Metro Jaya guna melaporkan Zaenal Ma'arif, lantaran dinilai melakukan fitnah berkaitan dengan tuduhan bahwa SBY telah menikah sebelum menjalani pendidikan di Akademi Militer (Akabri).

Zainal Maarif pun akhirnya dimejahijaukan dalam kasus ini. Dia divonis delapan bulan penjara karena dianggap menghina kepala negara. Soal pernikahan lain SBY tak pernah bisa dibuktikan. Kemudian, Zainal akhirnya bergabung dengan Partai Demokrat. Namun karena tidak cocok dengan Ketua Umum Anas Urbaningrum, dia mengundurkan diri.

Menurut Eggi Sudjana, kasus dugaan SBY menikah sebelum masuk Akabri mestinya harus di-Pansus-kan  oleh DPR, jangan cuma persoalan nikah siri Bupati Aceng yang di-Pansus-kan. “Buat SBY sendiri juga pernah melakukan dugaan perbuatan ‘tercela’. Pasal 7 (a) UUD 45 ada kata ‘tercela’ yang bias dibuat untuk meng-impeachment presiden,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Presiden SBY juga diam saja terhadap kasus tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang diperkosa di Malaysia. Di negeri ini banyak kasus perkosaan (di angkot), SBY juga diam saja. Kasus-kasus para menteri yang terlibat dugaan korupsi juga dianggap sepele oleh SBY. Bahkan, terhadap pelaku narkoba, SBY memberikan grasi. Ini dimana moral SBY. Aceng yang kawin resmi (nikah siri) malah ‘dikutuk’ oleh SBY.  “Jadi, banyak mana ‘tercela’ Aceng dengan ‘tercela’ SBY,” ujar Eggi mempertanyakan.

Eggi menunjuk  pada Pasal 7 huruf A  UUD 1945 yang bisa dipakai untuk melakukan impeachment terhadap presiden.  Pasal 7 huruf A menyebutkan: “Presiden/Wapres dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden”.

“Kalau melanggar sumpah, SBY juga harus lengser. Padahal, banyak sumpah yang dilanggar,” duga Eggi, pengacara yang juga aktivis ini.

Ternyata, kisah kasus ini juga bias diunduh di http://forum.kompas.com/nasional/47839-cikeasleaks-pernikahan-pertama-sby-sebelum-masuk-akabri.html. Judulnya adalah “Cikeasleaks: Pernikahan Pertama SBY Sebelum Masuk Akabri”. Disebu pula, sharing issue dari forum sebelah yang sebenarnya pernah beredar baik oleh Zainal Maarif, Jendral R. Hartono, maupun tertuang dalam bukunya Letjen Sintong Panjaitan.

Menurut situsweb di forum.kompas.com tersebut, ditulis begini:

Kisah ini bermula pada tahun 1968, saat seorang anak tentara bernama Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab dipanggil Sus oleh teman dan keluarganya, lulusan SMA Negri Pacitan Jawa Timur. Sus yang sekarang lebih akrab dipanggil SBY kemudian melanjutkan kuliah disalah satu universitas negri di kota Surabaya.

Di Surabaya inilah SBY menimba ilmu, dan sebagaimana remaja pada umumnya, banyak berkenalan dengan berbagai wanita. Diantaranya para wanita terdapat seorang wanita berdarah campuran Jawa-Philipina yang bernama Ida, mereka memadu kasih dan berikrar untuk setia sehidup-semati. Dan pada tahun itu pula mereka melangsungkan pernikahan disebuah kantor catatan sipil diJakarta. [asf/pn/tr]



Editor : -

  

KOMENTAR

  • wahyudi

    jika itu benar maka SBY bisa di MAKZULKan !


KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Megapolitan
BERITA Berita Daerah
BERITA Berita Nasional
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com