Top News

Minggu, 20-01-2013 05:22

Di Sulawesi Ada Aliran Sesat Ajarkan Seks Bebas



ist

Ilustrasi

TERKAIT

POLEWALI MANDAR, PESATNEWS – Kelompok dzikir dan tafakur Sandita Bapa Caulu diduga merupakan aliran sesat berkedok agama. Salah satu pengikutnya lapor ke polisi dan mengaku telah menjadi budak seks pimpinan kelompok itu.

Korban bernama Haisa (40) warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Haisa melaporkan  suaminya yang bernama Hawu ke Kapolsek Campalagian, Polewali Mandar. Hawu adalah khalifat atau salah satu pimpinan kelompok ini untuk wilayah Sulawesi Barat. Tersangka sudah kabur sejak sebulan lalu.

Haisa mengaku sering dipaksa menjadi budak seks sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan derajat keimanan yang sempurna menurut keyakinan kelompok itu.

Menurut Haisa, suaminya sudah ikut aliran sesat itu sejak sebelum menikah dengannya. Sementara dirinya  masuk kelompok itu sejak sejak 2008. Haisa dan banyak perempuan lain pengikut aliran sesat ini sering dipaksa menjadi budak seks, pemimpian aliran yang dipanggil Puang Kulla.

"Saya malam itu bersama empat perempuan yang juga istri pengikut aliran ini masuk kamar, setelah pergelangan tangan kami diraba Puang Kulla kami  seperti dihipnotis, semua permintaan puang kami ikuti termasuk hubungan suami istri, saat suami kami berada di luar kamar," ungkap Haisa.

Selain mempraktekan seks bebas, polisi menduga pimpinan kelompok ini telah melakukan penipuan. Setiap anggota kelompok dijanjikan emas batangan bernilai miliaran rupiah dan naik haji untuk menyempurnaakan ajaran mereka.

“Anehnya, semua anggota dimintai sejumlah uang dengan jumlah bervariasi untuk mendapatkan emas batangan dan naik haji,” papar Kapolsek Campalagian, Polewali Mandar, AKP Masdar Mansur.

Polisi kini sedang menyelidiki kasus tersebut. Polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus ini lantaran tersangka Hawu melarikan diri sejak sebulan lalu.

Selain menjadi budak seks, Haisa juga menjai korban penipuan suaminya. Untuk mendapatkan kesempurnaan keimanan, emas batangan dan naik haji, Haisa sudah menjual tanah dan emas 200 gram miliknya. Tapi hingga sekarang dirinya tidak mendapatkan emas batangan apalagi pergi haji.

Menurut keterangan Haisa, pengikut aliran sesat  ini di Sulawesi Barat sudah ratusan orang. Sebagian sudah hengkang karena sadar dirinya telah menjadi korban. Namun mereka malu untuk melaporkan ke polisi.  [ara/fu]



Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com