Berita Daerah

Rabu, 19-12-2012 23:51

Mahasiswa Teologi Tewas Dibakar



 Petugas polisi menunjukkan foto dan baju korban yang tewas dibakar

Petugas polisi menunjukkan foto dan baju korban yang tewas dibakar

TERKAIT
JEPARA, PESATNEWS – Suparno (42) seorang mahasiswa semester VIII Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang (Jateng), menjadi korban pembunuhan sadis. Warga RT 5/RW I Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara (Jateng) ini, ditemukan warga di hutan jati turut Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang. Korban tewas dalam kondisi tidak wajar. Seluruh tubuh mengalami luka bakar. Di kepala ada dua bekas pukulan benda tumpul.

Korban ditemukan warga pada Kamis (13/12/2012) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan tidak ada identitasnya. Polisi baru bisa mengungkap identitas korban pada Rabu (19/12/2012).

Diduga, sebelum tewas korban disiksa dan dibakar hidup-hidup. Hasil otopsi dari Laboratorioum Forensi Polda Jawa Tengah menyebutkan, bahwa kematian korban akibat kehabisan oksigen saat dibakar. Korban diperkirakan telah meninggal 14 jam sebelum ditemukan.

Kapolres Jepara AKBP Bakharuddin MS mengungkapkan, korban dipastikan buangan dari TKP (tempak kejadian perkara) lain, sebelum ditemukan warga di hutan jati. Di lokasi penemuan korban tidak ada bekas api yang membakar tubuhnya. ”Kalau dibakar di lokasi itu, tentunya di sekitar korban ada bekas api. Tapi di sana tidak ada bekas api. Korban dibakar di lokasi lain dan dibuang di Desa Jinggotan,” kata  Bakharuddin, Rabu (19/12/2012).

Bakharuddin menjelaskan, lokasi ditemukannya korban berada di sekitar 20 meter dari jalan menuju Desa Balong, Kecamatan Kembang. Sementara dari jalan raya Bangsri–Keling berjarak sekitar 100 meter. ”Kami masih terus melakukan penyidikan guna mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis itu,” katanya.

Kagetkan Keluarga dan Teman
Sementara itu, kematian Suparno mengejutkan keluarga dan teman-temannya. Pihak keluarga dan teman-teman kuliah Suparno tidak menyangka mayat yang ditemukan di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Kamis (13/12) lalu adalah Suparno. Selama ini dikenal sebagai mahasiswa teladan. Dia tidak pernah punya masalah dengan siapa pun, termasuk teman-teman kuliahnya.

Julio (20) salah seorang teman korban mengungkapkan, Suparno selama ini sering menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Sikapnya yang santun, tidak banyak bicara namun sering mengeluarkan humor-humor lucu yang membuat teman-temannya suka. Julio terakhir kali bertemu Suparno Selasa (11/12). ”Saya ketemu terakhir saat dia berpamitan pulang ke Jepara. Namun saat itu dia agak aneh. Raut wajahnya tidak seceria biasanya. Agak murung,” kata Julio, mahasiswa asal Papua ini.

Aktif di Gereja
Sebelum meninggal, Suparno juga dikenal aktif sebagai jemaat Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) di Desa Pendo Sawalan, Kecamatan Kalinyamatan. Menurut wakil ketua majelis GITJ Pendo Sawalan, Age Riwan Setyono (54) Suparno sudah empat bulan tidak ke gereja.

Menurut Age, Suparno izin untuk fokus penggarapan skripsi yang dilakukan di Yogyakarta. ”Sudak empat bulan ini Suparno izin tidak berjamaat ke gereja. Bahkan saat perayaan Natal 15 Desember 2012 lalu dia juga tidak datang,” katanya.

Age menambahkan, selama menjadi jemaat gereja, Suparno juga dikenal baik. Dia bahkan sering diminta mengisi acara-acara untuk pemuda gereja. ”Suparno kan mahaiswa teologi. Jadi sering diminta mengisi acara-acara di gereja,” ujarnya.

Age juga meyakini jenazah tersebut adalah Suparno. Kaus yang dikenakan bertuliskan ’Andalan’ merupakan kaus komunitas yang dibuat gereja. ’Andalan’, kata Age merupakan kependekan dari Anak Muda Klasis Selatan. ”Yakni komunitas untuk mewadahi anak-anak gereja di wilayah Jepara bagian Selatan,” katanya. [yt/pn]


Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Megapolitan
BERITA Berita Daerah
BERITA Berita Nasional
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com