Top News

Rabu, 24-10-2012 13:37

Agenda Jokowi Diatur Oleh Tim Sukses, Bukan Protokoler



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo gencar melakukan kunjungan ke berbagai tempat di Ibukota. Jokowi menyambangi satu per satu tempat yang sekiranya akan menjadi perhatian Pemprov DKI. Namun, yang menjadi persoalan nampaknya, perjalanan Jokowi banyak yang tak sesuai dengan agenda protokoler.

Seperti yang terjadi hari ini di Balai Kota, puluhan wartawan tampak kecewa dengan Gubernur asal Solo tersebut lantaran perjalanan Jokowi tak sesuai agenda. Staf humas dan protokoler Gubernur pun angkat tangan.

Salah satu staf humas pun mengaku dirinya harus bersusah payah mencari jadwal gubernur agar bisa diberikan kepada wartawan elektronik dan cetak. "Susah memang. Makanya kami minta maap tidak bisa berikan jadwal gubernur kepada rekan-rekan media," kata staf yang tak mau disebutkan namanya.

Akhirnya, puluhan wartawan cetak dan online menyusul Jokowi dengan berdesak-desakan didalam mobil elf Humas DKI. Menyusul Jokowi yang sedang sidak ke Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat.

Kabarnya, agenda Jokowi tak pernah mengikuti protokoler dan tak sesuai agenda harian yang telah disusun. Pantauan pesatnews selama beberapa hari mengikuti Jokowi, termasuk hari ini di Pasar Senen Blok III, dalam kunjungannya, Jokowi ditempel ketat dengan tim suksesnya yang berbaju kotak-kotak. Yang mengatur perjalanan Jokowi, selesai atau sidaknya Jokowi terlihat yang sibuk tim suksesnya.

Hal ini diperkuat dengan datangnya salah satu tim sukses Jokowi Rifa bersama Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan Eko Hariadyang  menemui wartawan televisi. Lalu Rifa yang selama ini mengatur jadwal Jokowi menyeletuk, "

Sekarang Bapak humasnya ada dua lho. Aku sama Pak Eko," katanya sambil tertawa di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (24/10).

Meski Gubernur Joko Widodo (Jokowi)menjalankan komitmennya untuk tidak menggunakan sistem protokorel yang rumit. Pemprov DKI tetap mempersiapkan jika dibutuhkan

"Protokler siap standby, karena beliau ditugaskan, kalau bapak tidak minta, ya tetap standby saja," kata Kepala Bagian Informasi Publik Pemprov DKI, Eko Hariadi.

Memang diakui Eko, jika mantan walikota Solo itu menginginkan protokoler yang sederhana dan efisien dan  tidak perlu terlalu banyak staf.

"Yang penting aman dan bisa bergerak dengan leluasa. Nanti kalau sewaktu-waktu bapak memerlukan, jadi langsung siap," pungkasnya.

Sementara, terkait pengalihan fungsi protokoler, pihaknya mengaku belum ada rencana sampai kesana. Artinya, fungsi fungsi protokoler di Balai Kota belum digunakan.

"Belum ada. Tapi, masih standby," simpulnya.[rvn/rif]







Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com