JAKARTA,PESATNEWS - Merapatnya PKS ke Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) pada putaran KEdua Pilkada DKI Jakarta diprediksi menimbulkan pro-kontra arus bawah. Sebab, sebagian arus bawah PKS mendukung Jokowi-Ahok.
"Sebenarnya suara arus bawah PKS ada yang ke Jokowi untuk perubahan DKI, dan ada yang ke Foke untuk kesamaan visi dan identitas religius. Pilihan PKS dilematis dan akan menimbulkan pro-kontra di bawah. Tapi pimpinan PKS dengan menimbang berbagai hal akhirnya memutuskan koalisi mendukung Foke," ungkap cawagub pasangan Hidayat Nur Wahid, Didik J Rachbini, Selasa (14/8).
Ia menilai koalisi PKS dengan Foke-Nara bukanlah jalan terakhir. Masih ada pilihan lain, yakni opsi untuk tidak memberikan dukungan kepada masing-masing pasangan calon dalam putaran dua Pilkada DKI.
"Menurut saya proses koalisi di dalam politik bukan fikih halal dan haram. Saya melihatnya seperti koalisi di tingkat pusat. Sebenarnya ada pilihan ketiga, yakni tidak memilih, untuk mengurangi pro dan kontra. Namun kemanfaatan untuk memobilisasi sumber daya politik pilihan ini mungkin diabaikan," kata Didik.
Koalisi parpol-parpol besar mendukung Foke-Nara, lanjut dia, tidak perlu direspons berlebihan. Karena fenomena ini sudah dibaca masyarakat sebagai deal-deal politik tingkat atas, bukan sepenuhnya mengakomodasi aspirasi kader arus bawah parpol.
"Jadi dalam putaran kedua tidak usah heboh berat. Politik kita sebenarnya biasa saja. Pemimpin yang ada dipersepsikan sebagai ratu adil. Lalu setelah berjalan, kecewa berat. Karena itu pilih dengan sikap biasa-biasa juga," bebernya. [centro/asf]
Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.