Nasional

Minggu, 29-07-2012 11:43


Golkar: Muslim Rohingga Dibantai, SBY kok Diam?



Arief

Lalu Mara Satria Wangsa

TERKAIT
JAKARTA, PESATNEWS – Sikap diam Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terlihat tidak bersikap terhadap tragedi kemanusian pembunuhan etnis muslim Rohingya di Myanmar, dipertanyakan kader Golkar.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, meminta Presiden SBY, sebagai pemimpin ASEAN, untuk menekan pemerintah Myanmar untuk mencegah dan menhentikan peristiwa ini.

"Sungguh aneh, sebagai pemimpin ASEAN, bila Presiden SBY tidak melakukan apa-apa terhadap tragedi kemanusian yang terjadi di Myanmar ini,"  kata Lalu Mara lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (29/7).

Ini paradoks. Saat bencana topan tragis menimpa Myanmar tahun 2008, Presiden SBY meminta Menko Kesra Aburizal Bakrie untuk memberikan bantuan. "Kok sekarang belum mengambil tindakan apa-apa terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim rohingya," kritik orang dekat ketua umum Golkar Aburizal Bakrie ini.

Padahal, ungkapnya, Aung San Suu Kyi saja, yang bukan beragama Islam, sudah menyampaikan kepada pemerintahnya untuk menghormati hak warga muslim Rohingya.

Peraih Nobel Perdamaian pada tahun 1991 itu pun menuntut anggota fraksi dari Partai Solidaritas dan Pembangunan, yang merupakan mayoritas di parlemen, untuk segera menyusun aturan hukum buat melindungi kelompok minoritas.

Pembantaian terhadap etnis Rohingya  bukan kali ini saja terjadi. Sejak kemerdekaan negara Myanmar pada tahun 1948, Rohingya terus menerus menjadi  etnis yang tertindas dan tidak diakui sebagai bagian dari 137 etnis yang diakui di Myanmar.

Etnis minoritas muslim ini mendiami Provinsi Arakan di sisi barat laut Myanmar yang berbatasan dengan Bangladesh, dikenal dengan provinsi Rakhine atau Rakhaing.

Saat ini, kurang dari 1.000.000 jiwa dan ratusan ribu lain etnis Rohingya hidup dalam pengungsian di berbagai negara. Berdasar catatan Badan Pengungsi PBB (UNHCR), warga Rohingya dikategorikan menjadi etnis minoritas yang paling tertindas di dunia ini. [asf/pn]



Editor : -
 

KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



KOMENTAR

Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2013 www.pesatnews.com