JAKARTA, PESATNEWS — Tuduhan politik uang yang dilakukan kubu pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli terhadap pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sama saja dengan penghinaan kubu Foke terhadap rakyat.
"Tuduhan politik uang terhadap pemilih Jokowi-Ahok adalah penghinaan terhadap rakyat, seperti yang dilansir beberapa media tuduhan tersebut menyatakan bahwa ditemukan ada rakyat yang dibayar antara Rp50 ribu sampai Rp75 ribu untuk memilih Jokowi-Ahok," kata vokalis DPR RI dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka, Minggu (15/7).
Padahal, yakin Rieke, rakyat warga DKI memilih pasangan nomor urut 3 itu karena tergugah dan percaya terhadap kesederhanaan, komitmen, kejujuran, serta ketegasan mereka. "Warga DKI yang memilih Jokowi-Ahok adalah rakyat yang punya harga diri. Tidak mungkin mereka menjual suara karena sudah memiliki kesadaran politik dan menginginkan perubahan," tegasnya.
Menurut Rieke, pemilih Jokowi-Ahok adalah warga yang punya akal sehat dan tidak mungkin menggadaikan atau menukar hidup mereka selama lima tahun dengan uang Rp50 ribu-Rp75 ribu. Ia pun mengajak seluruh warga DKI untuk mengorganisasikan diri, menggalang kekuatan untuk melawan pihak-pihak yang menggunakan segala cara, termasuk isu SARA, untuk melanggengkan kekuasaan.
"Menjelang Ramadan ini, mari kita bersihkan hati dan mendoakan saudara-saudara kita yang masih bersedia menjadi corong mereka, diterangkan hatinya agar menolak dijadikan alat politik kotor. Hanya keikhlasan, militansi, dan kerja politik untuk rakyat yang bisa mengalahkan politik transaksional," tuturnya
Rieke menilai, tuduhan yang dilakukan oleh kubu Foke seperti pepatah ‘anjing menggonggong, kafilah berlalu’. "Semoga kita jadi bagian perjuangan para kafilah untuk menegakkan kebenaran dan melawan kekuasaan yang melakukan pemiskinan dan pembodohan kepada rakyat," seru anak buah Megawati Soekarnoputri.
Sebagaimana diketahui, Sekretaris Tim Advokasi Hukum Foke-Nara, Dasril Affandi, mengungkapkan, timnya menemukan ada praktik politik uang dan intervensi yang dilakukan pasangan Jokowi-Ahok. [akt/asf]
Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.