ZURICH, PESATNEWS- Setelah sebuah lembaga di Swiss menemukan jejak polonium elemen beracun dalam barang-barangnya, jenazah mantan Presiden Palestina Yasser Arafat akan diotopsi. Istri Arafat, Suha Arafat, juga telah meminta agar makam suaminya dibongkar untuk mengungkap kebenaran.
Seperti dilansir AFP, Rabu (4/7), Otoritas Nasional Palestina (PNA) akhirnya sepakat untuk menggali kuburan Arafat di Tepi Barat. Palestina juga ingin jenazah Arafat diotopsi secepatnya, agar misteri kematian Arafat terjawab.
Arafat memimpin perjuangan Organisasi Pembebasan Palestina melawan Israel dari 1960-an. Ia menandatangani perjanjian perdamaian dengan negara Yahudi pada 1993 dan mendirikan pemerintahan sendiri Palestina wilayah di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Kematian misterius Arafat itu terjadi setelah bertahun-tahun pembicaraan dengan Israel gagal. Dokter Prancis yang merawat Arafat pada hari terakhirnya tidak bisa menentukan penyebab kematiannya.
Sebelumnya hasil penelitian disampaikan oleh pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud. Bochud melakukan penelitian laboratorium di Swiss terhadap sampel biologis yang diambil dari benda-benda peninggalan mendiang Arafat.[rvn/rp]
Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.