Berita Nasional

Senin, 18-06-2012 13:03


Perangko Seharga Rp 2 Miliar Ada di Jakarta



ist

ist

TERKAIT

JAKARTA, PESATNEWS - Lebih dari 40.000 prangko dari seluruh dunia dipamerkan di JCC Jakarta dalam acara Kejuaraan dan pameran filateli dunia Pameran Filateli Dunia (World Stamp Championship) pada 18-24 Juni 2012. Ajang ini akan menjadi momentum paling dinanti para filatelis.

Acara tersebut dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di Jakarta, Senin (18/6) . "Indonesia dengan senang hati menjadi tuan rumah World Stamp Championship di Jakarta. Di sisi lain ini akan mendorong usaha pemerintah Indonesia membangkitkan semangat filateli nasional di samping juga bukti eksistensi filateli di dunia internasional," kata Sembiring.

Dalam pidatonya, Sembiring menyampaikan bahwa perangko dapat dijadikan bahan edukasi bagi masyarakat karena di dalamnya terkandung sisi sejarah, budaya, bahkan teknologi.

Sembiring menyambut baik kedatangan para filatelis dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti dan memeriahkan event tersebut. Event ini mampu menyedot perhatian sekitar 2.000 wisatawan pecinta perangko dari mancanegara untuk datang.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Letnan Jenderal (Purn) Soeyono, mengatakan, dalam event tersebut sebanyak 2.500 bingkai dan sekitar 40.000 lembar koleksi prangko dari seluruh dunia dipamerkan.

Selain itu sejumlah koleksi istimewa termasuk perangko tertua dunia yang dibuat pada 1874 dari Mauritius dan prangko termahal dunia seharga Rp2 miliar juga dipamerkan.

Indonesia sendiri dipercaya menjadi penyelenggara acara pameran filateli terbesar di dunia setelah melalui proses bidding kemudian diaklamasikan di Portugal dalam pertemuan filatelis dunia pada 2010.

Dari jumlah itu, sebanyak 22 di antaranya berasal dari China, Jepang, dan Australia, 29 federasi dari Eropa terdiri Inggris, Perancis, dan Jerman, 11 federasi dari Amerika yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil, serta 3 federasi dari Afrika yakni Afrika Selatan, Mesir, dan Kongo.

Sementara itu, Presiden Federation Internationale de Philatelie, Tay Peng Hian, mengatakan, pada dasarnya filateli tidak sekadar hobi tetapi ada nilai edukasi yang terkandung di dalamnya. [fu/pn]



Editor : -
 

KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



KOMENTAR

Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2013 www.pesatnews.com