JAKARTA, PESATNEWS- Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta mengatakan adanya kampanye hitam (black campaign) jelang Pemilukada DKI Jakarta, dapat memicu kerusuhan massa di Ibu Kota. KIPP menemukan beberapa jenis black campaign.
"Di media sosial maupun melalui broadcast massal di BlackBerry, ada pesan-pesan yang menjelek-jelekkan kandidat tertentu. Jadi black campaign ini tak hanya lewat selebaran, tetapi juga di media sosial. Kami khawatir black campagin ini menjadi trigger (pemicu) kerusuhan di masyarakat," kata Ketua KIPP Jakarta, Wahyu Dinata, Minggu (17/6) di Jakarta Pusat.
Pihaknya juga menemukan stiker pasangan cagub dan cawagub nomor empat yang ditempel di rumah ibadah. Menurutnya hal tersebut juga berpotensi dijadikan black campaign.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu memperlihatkan adanya gambar yang mengajak warga untuk memilih pada 11 Juli nanti, namun di gambar tersebut tampak orang sedang memasukkan surat suara di kotak yang tertera nama pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"Saya tidak yakin ini brosur Pemilukada. Karena di brosur ini tidak fair, kenapa harus memasukkan surat suara ke kotak incumben," ungkapnya.
Ditambahkannya, semua pihak harus mewaspadai kerja tim siluman pasangan calon yang selalu menebar kampanye hitam di tengah masyarakat. Menurutnya apa yang dilakukan oleh tim siluman tersebut semakin memanaskan kompetisi untuk merebut kursi DKI 1 tahun ini.
Dia mengingatkan Panwaslu untuk meningkatkan kinerja dalam pengawasan kampanye diluar jadwal yang berpotensi mengarah kepada tindakan black campaign.[rvn/jik]
Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.