
Gunung Salak adalah gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Masyarakat sekitar menganggap keberadaan gunung sangat angker dan menyimpan banyak misteri. Sejak jatuhnya pesawat Sukhoi SJ 100 di Gunung Salak pada Rabu (9/5). Perbincangan soal kekuatan mistis Gunung Salak kembali menghangat.
Banyaknya kecelakaan di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.
Ada sebuah pura di lereng Gunung Salak bernama Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak yang dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak kemudian menjelma menjadi macan siluman.
Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang.
Sebelum tahun 1980 an, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan yang setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.
Mitos tersebut seolah memperkuat keberadaan Gunung Salak sebagai lokasi angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, banyak pendaki mengaku mendengar suara gamelan atau melihat penampakan, mahluk halus di sana.
Para pendaki pun disarankan untuk tidak takabur dan mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan 'lelembut' penunggu Gunung Salak. [fu/po]