Berita Terkini

Kamis, 08-03-2012 19:43

Pemberangkatan TKI ke Korea Diperbanyak



Arief

Korea Selatan

TERKAIT
SEOUL, PESATNEWS – Pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Korea semakin ditambah banyak kuotanya.  Ini terungkap dalam kunjungan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Kamis (8/3), di Seoul, Korea Selatan, setelah sebelumnya berada di Hongkong SAR dan Macau SAR/Special Administration Region pada Senin-Rabu (5-7/3).

Jumhur dan rombongan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) berada di Korea Selatan hingga Sabtu (10/3), guna membahas peningkatan kuota penempatan TKI program G to G dengan pemerintah Korea khususnya Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea), sebagai wakil pemerintah Korea Selatan yang menjalin kerjasama G to G dengan BNP2TKI dari pihak pemerintah Indonesia.

Selama di Korsel, Jumhur dijadwalkan bertemu para pejabat Kementerian Tenaga Kerja Korea Selatan, jajaran pejabat HRD Korea, mengunjungi perusahaan yang mempekerjakan TKI, mengadakan dialog dengan para TKI G to G, serta melakukan pertemuan dengan jajaran Kedutaan Besar RI di Seoul terkait peningkatan pelayanan terhadap TKI program G to G di Korea.      

Turut menyertai kunjungan Jumhur di Korea Selatan di antaranya Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noch, Deputi Bidang Perlindungan Lisna Yoeliani Poeloengan, Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Endang Sulistyaningsih, Tenaga Profesional Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Asia Pasifik-Amerika Christofel de Haan, serta Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik-Amerika Anjar Prihantoro.

Kepakla BNP2TKI dan rombongan berada di Korea Selatan dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah negara penempatan TKI yang dimulai Hongkong dan Macau SAR, kemudian dilanjutkan Korea Selatan, Jepang, serta Singapura pada 5-15 Maret 2012 untuk meningkatkan perbaikan pelayanan TKI yang ada di kawasan itu.

Sementara itu, penempatan TKI G to G ke Korea Selatan dimulai pada 2004 sebelum terbentuk BNP2TKI. Setelah BNP2TKI berdiri pada 2007, penempatan TKI program G to G ditangani BNP2TKI bersama HRD Korea dan hingga kini angka penempatan TKI G to G ke Korea Selatan berjumlah 34.544 orang, sekaligus merupakan terbesar kedua setelah Filipina, disusul Vietnam dan Thailand sebagai urutan ketiga serta keempat.  

Para TKI di Korea Selatan bekerja di sektor perikanan, manufaktur, jasa (services), dan perkebunan/pertanian. Para TKI di Korea dikontrak untuk masa kerja lima tahun dengan gaji sekitar Rp 10-14 juta termasuk haknya sebagai uang lembur, di samping pemondokan gratis yang disediakan perusahaan bagi para TKI.

Penempatan TKI PLRT Dibahas Kembali di Hongkong
Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat bersama rombongan melakukan pertemuan dengan puluhan agensi penempatan tenaga kerja asing yang ada di wilayah khusus administratif Macau (Macau SAR/Special Administration Region), Selasa (6/3), di Macau City.

Pertemuan itu sebagai upaya menempatkan kembali TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Macau, setelah hampir dua tahun dilakukan penundaan penempatan (pertengahan 2010) oleh Konsulat Jenderal RI Hongkong, akibat ketidaktertiban pihak agensi yang menempatkan TKI PLRT sehingga membuat penempatan TKI PLRT di Macau tidak terkontrol.
 
Ketidaktertiban itu mengenai ulah agensi penyalur TKI di Hongkong bekerjasama agensi di Macau, yang menempatkan TKI terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh majikan di Hongkong dipekerjakan di lingkungan para majikan baru di Macau, namun tanpa melibatkan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang ada di tanah air dan diketahui perwakilan RI di Hongkong.

Penempatan TKI di Macau sebelum penundaan dilakukan KJRI berjalan normal dengan jumlah sekitar 500-600 orang per bulan, yang diberangkatkan oleh PPTKIS dan kemudian ditampung agensi di Macau sebelum bekerja di rumah majikan. Sebanyak 6000 TKI PLRT telah bekerja di sejumlah majikan di Macau sampai kemudian dilakukan penundaan penempatan.

Para TKI di Macau mendapatkan gaji sekitar Rp 3 juta setiap bulannya di luar tunjangan lembur jika tetap bekerja pada hari libur yakni Minggu. Gaji para TKI di Macau itu di bawah rata-rata pendapatan TKI PLRT yang bekerja di rumah majikan di Hongkong sebesar 3.580 HKD (Rp 4,1 juta) per bulan, di luar tambahan lembur jika tetap bekerja pada hari Minggu. Sementara kontrak baru yang akan diberlakukan selambat-lambatnya akhir tahun 2012 itu, memuat gaji TKI PLRT di Hongkong per bulan mencapai Rp 3.740 HKD atau setara Rp 4,3 Juta lebih.

Menurut Direktur Penyiapan Pemberangkatan BNP2TKI, Arifin Purba yang hadir dalam pertemuan itu, pertemuan dengan para agensi di Macau akan menentukan langkah-langkah untuk menempatkan TKI PLRT di Macau. Arifin menyebutkan, diperkirakan pada Mei 2012 BNP2TKI dan KJRI Hongkong akan membuka kembali penempatan TKI PLRT di Macau dalam skema kerjasama antara PPTKIS dengan agensi penyalur TKI di Macau melalui kontrol BNP2TKI-KJRI Hongkong.

Dikatakan Arifin, penempatan TKI PLRT di Macau nantinya diikuti ketentuan pemberlakuan biaya baru bagi gaji TKI di Macau yaitu Rp 3,3 juta atau naik 10 persen dari sebelumnya. "Skema biaya penempatan TKI ke Macau akan melibatkan lembaga keuangan atau perbankan di tanah air baik sebagai pemberi kredit penempatan TKI maupun yang menentukan pemotongan gaji TKI akibat kredit tersebut, bekerjasama dengan PPTKIS yang memberangkatkan TKI ke Macau," jelas Arifin.

Jumhur dan rombongan BNP2TKI berada di Macau dalam rangkaian kunjungannya ke Hongkong, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura pada 5-15 Maret 2012 untuk meningkatkan perbaikan pelayanan TKI yang ada di kawasan tersebut.

Turut menyertai perjalanan Jumhur di antaranya Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noch, Deputi Bidang Perlindungan Lisna Yoeliani Poeloengan, Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Endang Sulistyaningsih, Tenaga Profesional Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Asia Pasifik-Amerika Christofel de Haan, Direktur Penyiapan Pemberangkatan Arifin Purba, Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik-Amerika Anjar Prihantoro, serta Rosyandi Moenzier mewakili Biro Perencanaan dan Administrasi Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI. (red)


Editor : -

  

KOMENTAR



KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.



Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com