Seks

Minggu, 26-02-2012 00:35

Mengapa Harus 'Puasa Seks' Paska Melahirkan?



ist

ist

TERKAIT
PESATNEWS -  Biasanya, setelah melahirkan, wanita ‘dilarang’ melakukan hubungan seks untuk jangka waktu tertentu. Lantas, setelah masa ‘puasa’ berakhir, masih banyak pasangan yang ragu untuk memulainya. Bahkan tidak sedikit yang merasa ada perubahan kebiasaan serta gairah seks setelah melahirkan.

Agar suami bisa lebih mengerti ketika harus menjalani masa ‘puasa seks’, sebaiknya sang istri perlu menjelaskan, apa yang terjadi pada dirinya selama persalinan.

Urutan peristiwanya bisa dimulai dari keluarnya kepala bayi dari rahim. Begitu kepalanya muncul, jaringan perineum akan robek. Biasanya, robekannya tidak beraturan, dan untuk melancarkan keluarnya sang bayi, dokter akan menambah robekan perineum dengan gunting. Setelah proses persalinan usai, robekan tersebut akan dijahit kembali.

Jahitan di sekitar anus dan vagina ini memerlukan waktu cukup lama untuk kering dan kembali seperti semula. Masa penyembuhannya relatif berbeda untuk tiap wanita. Ada yang hanya beberapa minggu, ada pula yang sampai beberapa bulan. Selama masih ada masalah dengan jahitan ini, sebaiknya hubungan seksual tidak dilakukan dulu.

Bagi wanita yang melahirkan lewat operasi caesar, tentu tidak mengalami perobekan perineum. Namun, itu bukan berarti sanggama bisa segera dilakukan tanpa ‘puasa’ sama sekali. Karena, wanita yang dioperasi caesar, memerlukan waktu untuk menyatukan kembali otot-otot perutnya yang baru dioperasi. Apalagi, berat rahim setelah melahirkan menjadi 1.000 gram dan terasa sebagai kantung yang kuat membulat mencapai tali pusar.

Pada hari ke-14 setelah melahirkan, berat rahim menyusut menjadi 350 gram. Dalam keadaan seperti ini, keberadaannya tak begitu terasa sampai ke perut. Kemudian, pada hari ke-60 setelah bersalin, atau sekitar 6 minggu, kondisi rahim akan kembali ke keadaan semula.

Tidak Normal
Melihat kondisi kesehatan istri dan pulihnya keadaan vagina, kalangan medis merekomendasikan hubungan intim sudah bisa dilakukan pada minggu keenam setelah melahirkan. Tahap awal, hendaknya Anda melakukan dengan ekstra hati-hati, mengingat biasanya akan timbul rasa nyeri pada bagian vagina.

Bila istri melahirkan lewat operasi caesar, posisi yang dapat menimbulkan tekanan pada bagian perut sebaiknya dihindari. Dengan kata lain, posisi wanita saat melakukan hubungan seks perlu dipertimbangkan agar tak menimbulkan efek yang merugikan.

Tentu saja hal ini perlu dikomunikasikan, mengingat persyaratan wanita berupa ‘jangan begini dan jangan begitu’ bisa saja memadamkan gairah Anda. Selain itu, kelenjar yang menghasilkan lendir pada vagina belum bekerja secara sempurna. Hingga, besar kemungkinan sanggama belum bisa berlangsung normal.

Sebaiknya, jika sama-sama sudah siap melakukan hubungan badan, pilihlah posisi atau gaya senggama yang wajar-wajar saja. Kemudian lakukan proses persetubuhan dengan lembut dan hati-hati.

Gairah Menurun
Secara psikis, hasrat untuk berhubungan seks pada wanita usai persalinan, cenderung menurun. Hal ini terutama karena tingkat perhatian yang dituntut dari seorang ibu terhadap sang bayi jauh lebih besar ketimbang tuntutan yang sama pada suami.

Sebaliknya, gairah suami cenderung meningkat mengingat waktu ‘puasa seks’ yang dijalaninya cukup panjang. Menurut sebuah studi yang dilakukan Carol McD. Wallace dan dipublikasikan di majalah Parents, pria cenderung menginginkan hubungan seks lebih dari satu kali sehari, sementara wanita setelah melahirkan hanya berhasrat sekali seminggu saja.

Rendahnya hasrat wanita, imbuh Carol, bukan karena hilangnya potensi seksual, tapi lebih disebabkan runtuhnya kepercayaan dirinya. Ia cemas tak terlihat seksi atau langsing lagi setelah punya anak. Memang, wanita kadang juga
terlalu peka untuk hal-hal yang menyangkut tubuh atau penampilannya.

Kepekaan inilah yang akhirnya muncul dalam bentuk rasa takut terhadap bayangan sendiri. Wanita merasa pinggangnya tak lagi selangsing dulu, payudaranya tak seindah dulu, dan di perutnya ada bekas guratan-guratan.
Padahal, pria biasanya tak terlalu memperhatikan dan mempermasalahkan. Karena, umumnya mereka mengerti dan memahami perubahan tubuh istrinya setelah melahirkan. Bahkan pada sejumlah pria, justru payudara istri yang semakin montok karena memberi ASI, membuatnya semakin bergairah.
Hasil penelitian Carol juga menyebut, bahwa tingkat kepuasan dan kenikmatan yang dirasakan wanita usai bersalin justru lebih tinggi dibanding sebelum melahirkan. Hal itu ditunjang oleh pengalaman serta komunikasi suami-istri yang sudah lebih terbuka dalam hal seks. Sementara banyak pula pria yang  merasa pasangannya lebih cantik, seksi dan lebih menggairahkan setelah melahirkan.[fu/sy]



Editor : -

  

KOMENTAR

  • nikmad

    info ini bagus untuk saya karna istri saya akan melahirkan


KOMENTAR ANDA

Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.







BERITA Fesyen
BERITA Kesehatan
BERITA Seks
Kontak KamiTentang KamiLowongan Pedoman Media Siber
Copyright © 2014 www.pesatnews.com